GenPI.co - Patah hati tak hanya berdampak terhadap kondisi psikis seseorang.
Kondisi ini juga bisa berdampak buruk terhadap fisik dan menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan.
BACA JUGA: Enggak Perlu Jaim, Jadilah Diri Sendiri di Depan Pasangan
Penelitian membuktikan bahwa patah hati dapat menyebabkan gangguan kesehatan tubuh.
Bahkan masalah kesehatan yang timbul akibat patah hati bisa menjadi sangat serius di beberapa kasus.
Jadi, apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat Anda patah hati?
1. Otak mengirimkan sinyal rasa sakit dan rasa rindu yang nyata
Galau dan kangen ternyata tidak hanya sebatas gombalan.
Otak akan mengirimkan sinyal rasa sakit ke sekujur tubuh dan menimbulkan berbagai gejala withdrawal serius, layaknya orang sakaw.
Sakit kepala mencengkeram, tidak nafsu makan, susah tidur, dan “mata panda” yang dialami akibat putus cinta bisa dibuktikan secara ilmiah.
2. Tubuh membangun respon fight or flight
Saat terancam, otomatis Anda akan melakukan berbagai macam cara demi bertahan hidup.
Respons fight or flight merujuk pada reaksi fisiologis yang timbul akibat suatu pemicu stres, baik secara mental maupun fisik.
Sebagai respon stres, sistem saraf simpatetik dalam otak akan diaktifkan akibat pelepasan sejumlah hormon secara tiba-tiba.
Sistem saraf akan menstimulasi kelenjar adrenalin yang memicu produksi catecholamine guna menyiagakan tubuh Anda untuk mengambil tindakan.
3. Jerawatan dan rambut rontok
Sebesar 23% kasus peradangan jerawat muncul saat orang-orang berada di bawah tekanan stress yang sangat tinggi, seperti saat sedang patah hati.
BACA JUGA: Pasangan Malas Bahas Pernikahan, Jadi Tanda Tak Mau Berkomitmen?
Produksi hormon akibat stres akan melonggarkan folikel rambut secara bertahap, menyebabkan helaian rambut rontok saat disisir atau saat Anda sedang mencuci rambut. (hellosehat)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News