GenPI.co - Apapun alasannya, perselingkuhan dalam kehidupan pernikahan sangatlah tidak bisa dimaafkan. Biasanya pihak suamil yang sering kali tergoda dengan perempuan lain.
Akibatnya sang istri tentu akan merasa depresi dan patah hati.
BACA JUGA: Selain Selingkuh, 4 Tanda Toxic Relationship yang Tidak Disadari
Sebagai istri memang sulit untuk memaafkan perilaku suami yang seperti ini.
Namun, Anda tak perlu bersedih dan trauma berkepanjangan. Alih-alih larut dalam situasi yang kacau, istri dapat melakukan hal-hal yag memberikan ketenangan jiwa.
Yuk simak 4 cara hilangkah trauma dari suami yang suka selingkuh seperti dihimpun berbagai sumber.
1. Jangan Salahkan Diri Sendiri
Istri yang diselingkuhi suaminya seringkali justru menyalahkan dirinya sendiri
“Mungkin saya kurang baik, kurang cantik, kurang berwawasan luas,” dan berbagai afirmasi negatif lainnya yang membuat Anda semakin terpukul.
Stop! Jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas perselingkuhan yang dilakukan suami Anda.
Bagaimanapun, perselingkuhan selalu salah, apa pun alasannya.
Maka jika Anda ingin melanjutkan pernikahan dan berusaha berdamai dengan kesalahan besar ini, mulailah dengan tidak menyalahkan diri Anda.
2. Stop Membenci Pelakor
Tidak mudah, namun membenci pelakor atau wanita yang diselingkuhi suami Anda sangat membuang energi.
Suami Andalah yang berjanji akan sehidup semati dengan Anda, bukan si pelakor.
Jika Anda membuang energi memikirkan si pelakor, maka Anda akan tak ada habisnya membandingkan diri Anda dengannya.
"Dan ini bisa berujung dengan Anda membenci diri Anda sendiri,” ungkap Caroline Madden, MFT, PhD, psikolog, terapis pernikahan dikutip Livestrong.
3. Jangan Dengarkan Orang Lain
Saat keluarga besar atau orang lain mengetahui apa yang terjadi pada pernikahan Anda, umumnya mereka akan memberondong Anda dengan berbagai saran.
Mulai dari saran memaafkan, mengikhlaskan, melupakan, dan lain sebagainya.
Faktanya, jangan biarkan orang lain mendikte Anda harus apa dan bagaimana.
Tidak perlu mengikuti ekspektasi orang lain dan memaksa Anda berdamai dengan luka hingga harus pura-pura bahagia.
Jika Anda sedih, bersedihlah, tidak perlu bilang “saya tidak apa-apa” hanya untuk mengikuti ekspektasi orang lain.
4. Jangan Bilang ke Anak
Apa yang terjadi pada pernikahan Anda, tidak perlu memberi tahu ke anak kalau ayahnya punya ‘teman dekat’ baru.
Terlebih sampai bilang, “Papa sudah tidak sayang kita lagi, Papa selingkuh dengan teman kantornya.”
Jika Anda bilang ke anak tentang perselingkuhan ini, Anda akan mengikutsertakan mereka ke dalam masalah pelik orang dewasa, yang akan merusak hubungan satu sama lain.
BACA JUGA: Pernah Selingkuh, Baiknya Ngaku ke Pasangan atau Merahasiakannya?
"Itu bisa membuat anak khawatir dengan kesetiaan pasangannya ketika ia dewasa kelak,” ujar Madden.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News