Alami Hal Tak Enak di Tempat Wisata, Begini Kata Sasha

06 Februari 2019 10:47

Tidak ada yang menampik jika Indonesia seperti surganya dunia pariwisata. Keindahan alam dan budaya yang dimiliki oleh negeri ini menjadi magnet bagi pelancong-pelancong dari penjuru dunia untuk datang mengunjungi. 

Banyak potensi wisata di berbagai daerah yang belum terjamah dan belum dikenal banyak orang. Namun tren yang terjadi malah berbeda. Banyak sekali destinasi wisata yang hanya dibuat-buat untuk menarik perhatian para pengunjung. Yang jadi masalah, pembangunan destinasi tersebut mengabaikan estetika alam yang sesungguhnya. Contohnya, properti untuk selfie dan pemberian warna pada batu-batuan alam. 

Menurut Marrisya Tunjung Sari, seorang fotografer sekaligus traveler, yang terjadi saat ini adalah penanganan destinasi wisata yang justru membuat keontentikan tempat wisata itu menjadi pudar. Karena itu menurutnya, dibutuhkan kesadaran, dan kritikan yang membangun serta edukasi bagi setiap pengelola tempat wisata.

Klaim wanita yang akrab disapa Sasha itu berangkat dari pengalaman pribadinya sendiri. Saat mengunjungi sebuah tempat wisata, ia mendapati pengalaman yang tak mengenakkan. Sampah yang bertebaran menandakan pengelolaan yang terkesan asal-asalan. Belum lagi pungutan-pungutan yang membuat wisatawan harus mengeluarkan uang yang tak seharusnya. 

"Kurang ramah dalam memberlakukan tamu dan berusaha memanfaatkan situasi dengan memaksa pengunjung untuk dipandu keliling tempat wisata, padahal pengunjung belum membutuhkannya," tutur Sasha.

Baca Juga : Salut! Fotografer Galang Dana untuk Khiara, Balita Penderita Gangguan Pendengaran

Namun terkait hal itu,  ia tetap bersikap profesional dengan cara tetap mempromosikannya secara baik dan apa adanya. Menurutnya, lebih baik konsentrasi dengan fasilitas umum seperti halnya membangun toilet. 

"Kita itu punya surga kok,  susah memanajemen surga aja, Singapura yang nggak punya surga aja membuat surga. Masa kita yang punya surga segitu banyak malah dirusak," tambahnya.

Untuk pariwisata Indonesia yang lebih baik, Sasha punya harapan. Agar timbul kesadaran untuk mengeloa destinasi wisata, khususnya alam, dengan tidak mengabaikan estetika. Dengan begitu pesona sesuangguhnya dari destinasi terebut bisa terlihat. "Serta, stop untuk membuat orang berselfie-selfie ria. Lebih baik mendidik orang untuk berwisata yang membangun keluarga dan membangun diri," imbuhnya. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Landy Primasiwi Reporter: Mia Kamila

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co