GenPI.co - Tidak mudah menjalankan peran orang tua yang senantiasa sabar dengan perilaku anak-anak.
Ada kalanya Anda hilang kesabaran saat menghadapi anak, sehingga membentak anak dengan nada yang keras.
BACA JUGA: Bunda Wajib Tahu, 4 Jenis Sayur Terbaik untuk Tumbuh Kembang Anak
Membentak memang bukan cara yang baik berkomunikasi dengan anak, bahkan dapat menimbulkan akibat tertentu.
1. Membuat anak tidak mau mendengarkan orang tua
Jika Anda berpikir saat Anda membentak anak menjadi lebih mendengarkan dan patuh terhadap ucapan Anda, Anda tentu salah besar.
Justru, salah satu akibat yang mungkin terjadi saat anak sering dibentak adalah anak Anda jadi tidak mau mendengar nasihat orang tua.
2. Menjadikan anak merasa tidak berharga
Anda mungkin pernah merasa bahwa membentak anak membuatnya lebih menghormati Anda. Padahal, anak yang terlalu sering dibentak merasa dirinya tidak berharga.
Hal ini tentu menjadi akibat lain dari anak yang sering dibentak oleh orang tua.
3. Merenggangkan hubungan dengan anak
Saat anak terlalu sering dibentak, salah satu akibat yang mungkin terjadi adalah hubungan orang tua dan anak menjadi renggang.
Saat dibentak, anak mungkin merasa sedih, malu, dan tidak disayang lagi. Jadi, tak heran jika anak tidak mau terlalu dekat lagi dengan Anda.
4. Menciptakan perilaku yang sama pada anak di masa depan
Menghardik ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kondisi psikologis anak dalam jangka panjang.
BACA JUGA: Jangan Suka Menakut-nakuti Anak, Ini 4 Dampak Buruknya
Anak yang semasa kecil sering dibentak oleh orang tua lebih berisiko mengalami gangguan perilaku dan depresi akibat trauma masa kecil ini. (Hellosehat)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News