GenPI.co - Sukses menjadi aktor kawakan, Nicholas Saputra kini memproduseri sebuah film dokumenter tentang perubahan iklim berjudul ‘SEMESTA’.
Bukan sembarang film, dokumenter berdurasi 90 menit ini berkisah tentang kekayaan alam Tanah Air, dan sosok dibalik mereka yang merawat Indonesia.
Para protagonis film ini terdiri dari 7 sosok yang berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari tempat tinggal, budaya, hingga agama. Mereka berasal dari Aceh, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Kalimantan, Flores, serta Papua. Kehadiran ketujuh sosok ini memang dipilih dengan seksama untuk mewakili manusia dan alam Indonesia yang beragam.
“Dengan sajian kisah-kisah dari berbagai penjuru Indonesia, film ini membuka wawasan kita, dan memberikan inspirasi untuk berbuat sesuatu sekecil apa pun itu. Sebab apa pun latar belakang agama, budaya, profesi, dan tempat tinggalmu, kita tetap bisa berbuat sesuatu untuk alam Indonesi dan dunia yang sekarang tengah mengalami krisis,” ucap Nicholas Saputra saat peluncuran poster “SEMESTA’ belum lama ini.
BACA JUGA : Samuel Rizal Menikah Lagi di Film Temen Kondangan
Film yang disutradarai oleh Chairun Nissa ini merupakan medium yang bisa benar-benar mengangkat soal keindonesiaan. Selain itu, lewat dokumenter ini ingin menghapus stigma bahwa dokumenter adalah tontonan yang membosankan. Suguhan berbeda terlihat dari nilai produksi film ini, terutama dari segi pengambilan gambar, perekaman suara dan pembuatan musik ilustrasi, hingga pada tahap penyuntingan.
“Dari awal kami sudah mendesain film ini sebagai dokumenter yang tidak hanya untuk disaksikan di televisi, tapi juga di bioskop. Dengan standar seperti itu, maka pengerjaan pascaproduksi film ini kami perlakukan sama dengan film-film fiksi,” tambah Nicholas.
BACA JUGA : Dulu Pernah Pakai Kamera Analog? Pasti Ingat Roll Film ini Dong
Melalui tangan Aditya Ahmad selaku sinematografer, kamera bergerak dinamis menyorot gambar bukan hanya dari darat, tapi juga di udara dan menembus ke dalam air laut. Aditya Ahmad juga dikenal sebagai sutradara film pendek handal. Prestasinya tidak hanya terukir di pentas festival film dalam negeri, tapi juga menyeberang hingga ke mancanegara. Film pendek terakhirnya, Kado, menjadi film pendek terbaik di Venice Film Festival.
Film dokumenter besutan rumah produksi Tanakhir Films ini sedianya akan tayang terbatas di bioskop mulai 30 Januari 2020.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News