GenPI.co - Asam urat kambuh? Cobalah konsumsi herbal alami. Jahe sangat dianjurkan. Khasiatnya sangat paten untuk mengusir asam urat. Kalau tak ada jahe, coba konsumsi brotowali dan kunyit.
Asam urat sangat mengganggu. Biasanya orang yang mengalami asam urat akan merasakan sakit dan nyeri pada persendiannya diiringi dengan tanda kemerahan serta bengkak pada bagian yang sakit.
BACA JUGA: Kunyit dan Cabai Ampuh Atasi Asam Urat
Kondisi ini sering disebabkan karena kadar asam urat (uric acid) di dalam darah berlebihan jumlahnya. Pada dasarnya, kadar asam urat yang normal tidak akan menyebabkan gejala apa pun pada tubuh Anda.
Namun jika kadarnya terlalu tinggi, ginjal tidak dapat mengolah asam urat tersebut. Asam urat yang tidak dapat diproses ginjal akan berubah menjadi kristal dan menumpuk di persendian. Pada akhirnya, sendi jadi meradang dan menyebabkan rasa nyeri.
BACA JUGA: Asam Urat Kambuh? Jahe Obatnya
Nah, bagi yang ingin bebas dari asam urat, cobalah herbal alami berikut ini.
1. Jahe
Jahe adalah jenis tanaman yang sering dijadikan obat herbal. Salah satu khasiatnya dipercaya bisa meredakan sakit asam urat. Dikutip dari Livestrong, jahe disebut mempunyai sifat anti peradangan yang sangat efektif untuk mengurangi gejala asam urat.
2. Brotowali
Menurut ulasan Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry pada 2017, ekstrak jus batang brotowali disebut dapat menjadi obat herbal alami untuk asam urat. Brotowali dalam jurnal pengobatan ayurveda tersebut diyakini dapat membantu menetralkan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.
Penelitian 2014 dari Journal Clinical and Evaluation Research juga sama. Brotowali disebut ampuh dijadikam obat tradisional alami untuk asam urat.
Brotowali yang diuji coba pada tikus ditemukan dapat memiliki efek anti-inflamasi dan menghilangkan rasa sakit. Kemungkinan ini dapat digunakan pada saat nyeri asam urat menyerang.
3. Kunyit
Curcumin adalah bahan kimia yang ada dalam kandungan kunyit. Curcumin kunyit inilah yang mengandung sifat antiinflmasi dan bertanggung jawab untuk meredakan peradangan di tubuh.
Curcumin disebut dapat menekan protein yang disebut faktor nuklir-kappa B (NF-kappa B). Protein NF-kappa B adalahh zat yang berperan dalam menghasilkan kondisi peradangan, termasuk asam urat.
Kesimpulan itu didapat dari uji coba hewan yang dipublikasi tahun 2019 oleh penelitian dari jurnal Arthritis Research & Therapy.
Nah, dalam percobaan tersebut para peneliti menyuntikkan tikus dengan zat curcumin. Setelah satu jam, peneliti juga menyuntikkan asam urat ke dalam satu kaki tikus. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa curcumin memblokir NF-kappa B dan peradangan yang disebabkan kadar asam urat berlebih.
Lalu, ada lagi sebuah uji penelitian yang dilakukan pada manusia tahun 2013. Penelitian yang diterbitkan dalam Open Journal of Rheumatology and Autoimmune Diseases juga menemukan efek anti-inflamasi dari curcumin.
Para pasien asam urat diberikan Flexofytol, ekstrak curcumin yang dimurnikan. Pasien melaporkan bahwa asam urat mereka jadi lebih membaik kondisinya setekah diberi flexofytol. Hal ini peneliti temukan karena manfaat curcumin untuk memblokir NF-kappa B. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News