Ritual Merti Bumi, Selaras Nilai Luhur Memayu Hayuning Bawana

01 Desember 2019 21:00

GenPI.co - Masyarakat Padukuhan Salakan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar upacara adat Merti Bumi.

Ritual adat Merti Bumi tergelar dalam rangka melestarikan budaya dan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi, Minggu (1/12).

BACA JUGA: Keren... Mbak Puan Maharani Bikin DPR Makin Berwibawa

Rangkaian upacara adat Merti Bumi tersebut dibuka secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun di halaman Westlake Resto.

Sri Muslimatin mengatakan penyelenggaraan Merti Bumi dan kirab budaya di Padukuhan Salakan ini bukan kali pertama.

BACA JUGA: Omamori, Makan Daging Sepuasnya dengan Harga Ramah di Kantong

"Merti bumi dan kirab budaya Padukuhan Salakan ini, merupakan sebuah wujud atau ungkapan rasa syukur masyarakat atas rezeki yang didapat, dan dirasakan oleh masyarakat Padukuhan Salakan dan sekitarnya," katanya.

Sri Muslimatun berharap dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat lebih mendekatkan hubungan antarmasyarakat, dan masyarakat dengan pemerintah yang selaras dengan nilai luhur Memayu Hayuning Bawana.

BACA JUGA: Aktris Aurel Hermansyah Lagi Mencari Jodoh, Ini Syarat Khususnya

Sementara itu, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono mengatakan, kegiatan yang rutin dilaksanakan ini diikuti oleh sejumlah bergodo, baik dari wilayah Desa Trihanggo Kecamatan Gamping, maupun dari luar wilayah Desa Trihanggo.

"Merti Bumi Padukuhan Salakan ini diikuti oleh bergodo-bergodo dari seluruh wilayah Desa Trihanggo, maupun dari luar Desa, bahkan diikuti bergodo wakil DIY," katanya.

BACA JUGA: Asam Lambung Tinggi? Tanpa Obat 5 Makanan Ini Tokcer Meredakannya

Menurut dia, dalam pagelaran Merti Bumi tersebut, seluruh bergodo melakukan kirab yang dimulai dari halaman Westlake Resto sampai ke wilayah Dusun Salakan.

Dalam kegiatan Merti Bumi ini juga tampak sejumlah gunungan yang terdiri dari berbagai hasil bumi.

BACA JUGA: Ingin Indonesia Disegani Dunia, Menhan Prabowo Lakukan Ini...

Seluruh prosesi dalam merti bumi Padukuhan Salakan memang menampilkan budaya yang melekat pada masyarakat.

"Memang budaya merupakan salah satu media yang efektif untuk memasukkan tata nilai, sehingga kami memilih melestarikan budaya yang ada pada masyarakat untuk memasukkan pesan moral, bahkan program pemerintah sekalipun," ujarnya.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Tommy Ardyan

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co