GenPI.co - Putri Indahsari Tanjung memang seperti bidadari. Saat menemani kunker Presiden Jokowi ke Subang, dia tak berhenti berhenti menebarkan senyum. Dari kejauhan sekalipun, senyumnya tetap terlihat manis.
Staf khusus milenial semacam Putri Indahsari Tanjung memang punya gaya beda. Tampilannya terlihat santai. Jauh dari kesan formil.
Gadis 23 tahun itu tampil dengan mengenakan batik dengan bawahan celana sebetis, dipadu sepatu casual. Rambut tebalnya dibiarkan tergerai. Riasan wajahnya minimalis. Segar dipandang.
BACA JUGA: Diajak Presiden, Putri Tanjung Pakai Sneaker, Andi Gemblok Tas
Sejak turun dari helikopter, Putri terus mengikuti Jokowi. Dari foto dan video yang dibagikan akun Twitter Sekretariat Kabinet, terlihat awalnya Putri masih kagok. Ia misalnya terlihat terpergok beberapa kali memegangi ujung rambutnya. Mungkin belum terbiasa dengan protokoler penyambutan.
BACA JUGA: Cantik, Pintar, Rendah Hati, Putri Tanjung Bilang Begini
Namun saat di acara peninjauan program Mekaar, Putri sudah terlihat luwes. Ia mendampingi Jokowi menyapa ibu-ibu. Ia juga terlihat menyapa penjual dan menanyakan harga barang yang dijajakan.
Di sisi lain, ia tetap bisa serius menyimak. Daya rekam otaknya ada di atas rata-rata. Dalam kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Subang, Jumat (29/11) kemarin, Putri dan satu stafsus lainnya, Andi Taufan Garuda Putra, terlihat mulai bekerja. Menemani dan setia menyimak perkataan presiden.
Jokowi memang sengaja mengajak Putri dan Andi Taufan blusukan ke Subang. Tujuannya, melihat kondisi lapangan. Memetakan masalah. Dan setelahnya, membuat terobosan dalam persoalan pengembangan UMKM.
Jokowi menjelaskan, tujuan mengajak staf khusus milenialnya itu untuk melihat program Mekaar. Dari paparan Jokowi, ada sekitar 5,8 juta nasabah yang mengikuti program Mekaar binaan Permodalan Nasional Madani (PNM). Dari jumlah itu, hampir 99 persennya adalah kaum perempuan. Dengan membawa serta dua staf khusus muda, ia ingin memperlihatkan kondisi di lapangan agar keduanya bisa memahami sebelum membuat terobosan-terobosan baru, misalnya dalam hal teknologi finansial.
“Nah, nanti kalau lapangannya sudah dilihat, proses-proses berkaitan dengan apa yang bisa dikerjakan, misalnya dengan sentuhan fintech, sentuhan kemasan, sentuhan desain, mengangkat brand-nya seperti apa, itu yang mau kami kerjakan. Biar anak muda ini tahu lapangannya seperti apa,” kata Jokowi.
Saat ditanya oleh awak media soal lima staf khusus milenial lainnya, Jokowi menjelaskan bahwa setiap staf khusus memiliki bidang keahlian yang berbeda-beda. “Ya nanti, kan bidangnya beda-beda. Ini kan jago-jagonya di fintech, di UMKM, sehingga juga Menteri UMKM ikut juga,” ucapnya. (bcg/rmco)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News