GenPI.co - Dermaplaning bisa menjadi pilihan perawatan wajah bagi orang yang ingin memperbaiki tekstur kulit.
Dilansir Health, tidak seperti perawatan pengelupasan yang lebih intensif seperti chemical peeling, dermaplaning tidak sepenuhnya menghilangkan lapisan atas kulit.
Dermaplaning bagus untuk mengatasi kulit kering, sensitif, bertekstur, atau berjerawat.
Dermaplaning bisa membantu menghilangkan sel kulit mati yang menyebabkan jerawat dan mengurangi munculnya melasma (bintik hitam yang disebabkan pigmen kulit berlebih).
Namun, perawatan ini tidak cocok untuk semua orang.
Dermaplaning pada kulit yang rusak dan meradang bisa meningkatkan risiko infeksi serta memperburuk peradangan.
Orang dengan lesi kulit terbuka, bekas luka menonjol, kanker kulit, dan rosacea sebaiknya menghindari dermaplaning.
Perawatan ini juga bisa menyebarkan virus herpes simpleks (HSV-1) ke bagian wajah lainnya.
Kamu harus menghindari dermaplanning jika memiliki wabah herpes aktif di wajah atau luka dingin.
Jika mengonsumsi obat jerawat seperti isotretinoin (merek Zenatane, Absorica, dan Myorisan) dalam enam bulan terakhir, kamu harus menghindari dermaplaning karena bisa meningkatkan risiko timbulnya jaringan parut. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News