Apakah Bahan Aktif dalam Produk Anti-penuaan Dapat Merusak Kulit Remaja?

29 Desember 2024 06:00

GenPI.co - Banyak orang dewasa yang memperoleh manfaat dari produk anti-penuaan.

Dilansir Health, beberapa bahan dalam produk tersebut dapat berbahaya bagi kulit muda, seperti anak remaja.

Dokter kulit kosmetik bersertifikat di New York Michele Green menyebut bahan aktif paling populer dalam produk perawatan kulit anti-penuaan adalah retinol dan vitamin C.

BACA JUGA:  Tips Mengatasi Kulit Kering Saat Cuaca Dingin

Bahan aktif retinol berbahaya bagi anak-anak dan umumnya tidak diperlukan sampai berusia dua puluhan.

"Retinol merupakan turunan vitamin A, yang merangsang produksi kolagen baru dan meningkatkan laju pergantian sel kulit," ujar Green.

BACA JUGA:  Tips Menjaga Kulit Bayi Supaya Sehat dan Terhindar dari Iritasi

Menurut Green, retinol merupakan pilihan yang tepat untuk mengurangi garis-garis halus, bintik hitam, dan kerutan yang lebih dalam, serta dapat membantu menjaga pori-pori tetap bersih.

Sedangkan vitamin C, merupakan antioksidan yang kuat, melindungi kulit dari radikal bebas yang dapat menyebabkan tanda-tanda penuaan dini.

BACA JUGA:  Apakah Produk Kolagen Memiliki Efek Samping pada Kulit?

Vitamin C juga dapat memperbaiki warna dan tekstur kulit dan memiliki sifat anti-inflamasi.

Selain retinol, masih ada bahan aktif lain yang berbahaya bagi kulit anak-anak.

"Bahan pengelupas kimia seperti AHA (asam alfa hidroksi) dan BHA (asam beta hidroksi) dapat berdampak negatif pada lapisan pelindung alami dan mikrobioma kulit muda, yang masih berubah dan bisa menjadi lebih sensitif," jelasnya.

Bahkan, dapat menimbulkan kerusakan lebih parah lagi jika digunakan bersamaan.

"Bahan-bahan ini dapat merusak kulit muda jika digunakan bersamaan. Itulah mengapa sebaiknya rutinitas perawatan kulit dilakukan hanya dengan beberapa langkah sederhana untuk mencegah iritasi," tuturnya.

Produk yang memakai wangi-wangian juga dapat membahayakan anak-anak.

"Saya tidak menyarankan remaja atau praremaja untuk menggunakan produk yang mengandung wewangian karena dapat menyebabkan alergi atau iritasi," kata dokter kulit di Rumah Sakit Mount Sinai Joshua Zeichner, MD.

Penyalahgunaan produk perawatan kulit ini dapat menyebabkan gejala yang sulit disembuhkan, terutama jika anak menggunakan produk dalam jangka panjang.

"Penggunaan produk perawatan kulit secara berlebihan, terutama yang mengandung bahan aktif, pewangi, atau bahan herbal keras, dapat menyebabkan ruam kulit seperti dermatitis kontak,” kata Zeichner.

Penggunaan produk oklusif secara berlebihan, seperti masker kulit, juga dapat menyebabkan dermatitis perioral, ruam yang ditandai dengan benjolan merah dan jerawat di sekitar mulut yang sulit diobati. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Irwina Istiqomah

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co