GenPI.co - Para peneliti di Australia menganalisis lebih dari 2.000 penelitian yang melibatkan lebih dari 2 juta anak untuk mengetahui pro dan kontra penggunaan gadget.
eneliti menemukan bahwa terkait gadget, yang lebih penting adalah mempertimbangkan jenis konten yang ditonton dibandingkan berapa lama pengunaannya.
Secara keseluruhan, waktu menatap layar yang lebih lama dikaitkan dengan hasil belajar yang lebih buruk, namun gambaran yang lebih kompleks muncul ketika jenis konten juga dipertimbangkan, kata para peneliti.
Dilansir Daily Maul, dalam laporan penelitian yang dipublikasikan di Nature Human Behavio, para peneliti dari Australian Catholic University menemukan bahwa yang penting adalah sifat interaksi.
"Jelas bahwa platform digital dapat memberikan manfaat, seperti memberikan intervensi untuk meningkatkan hasil pendidikan. Tetapi, platform digital juga bisa menimbulkan kerugian," ujar peneliti.
Media sosial adalah contoh nyata dari hal ini. Peneliti secara konsisten melihat hubungan dengan dampak buruk seperti depresi dan pengambilan risiko, dan tidak menemukan meta-analisis yang mengindikasikan adanya manfaat.
Peserta yang dilibatkan dalam tinjauan ini semuanya berusia di bawah 18 tahun.
Survei menunjukkan rata-rata remaja Amerika menghabiskan 7,5 jam di depan layar setiap hari. Anak-anak yang lebih besar menghabiskan hampir lima jam per hari di depan gadget.
Para peneliti mencari database untuk meta-analisis, makalah yang menganalisis hasil lebih dari satu penelitian lain, mengenai waktu layar dan anak-anak.
Sebanyak 681 penelitian yang ditinjau melibatkan waktu menonton televisi, serta waktu yang dihabiskan untuk menonton tablet, ponsel, komputer, dan konsol game.
Para peneliti juga menemukan bahwa menonton iklan di perangkat digital seperti televisi dan komputer lebih sering menyebabkan pilihan makanan yang tidak sehat.
Media sosial juga secara konsisten dikaitkan dengan kesehatan yang buruk dan "tidak menunjukkan indikasi manfaat potensial", kata tim tersebut.
Ada bukti kuat bahwa penggunaan media sosial meningkatkan risiko depresi dan perilaku berbahaya, seperti hubungan yang tidak aman dan penyalahgunaan narkoba.
Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa gadget mungkin efektif dalam menyampaikan pembelajaran, namun belum tentu lebih efektif dibandingkan metode lainnya.
Ahli Bedah Umum AS Dr Vivek Murthy memperingatkan bahwa waktu menatap layar yang 'berlebihan' dapat berdampak pada perkembangan otak.
Selain itu, terlalu banyak waktu menatap layar gadget telah dikaitkan dengan obesitas, kurang tidur, keterlambatan bahasa, dan masalah perilaku. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News