GenPI.co - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah KH. Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya membeberkan kajian Islam terkait hukum melayat tetangga non-muslim yang meninggal dunia.
Hal tersebut diungkapkan Buya Yahya dalam kajiannya seperti dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Sabtu (7/1/2023).
Awalnya, Buya Yahya mendapatkan pertanyaan apakah boleh melayat ke non-Muslim dalam Islam? Apakah umat Islam boleh ikut mengurus jenazah non-Muslim dan mendoakannya agar mendapat ampunan?
Menurut Buya Yahya, saat ada tetangga non-muslim meninggal dunia, maka bagi hukumnya fardhu kifayah untuk umat Islam mengurus jenazahnya.
"Seorang Muslim akan mendapat dosa bila membiarkan jenazah tetangganya yang non-Muslim tidak ada yang mengurus," kata Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan, bahwa merawat jenazah wajib bagi orang Muslim.
"Mengurus jenazah non-Muslim pun tercatat sebagai ibadah yang mendatangkan pahala dari Allah SWT," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya menilai, melayat sejatinya bertujuan untuk menghibur orang yang masih hidup, yaitu keluarga yang tengah berduka karena salah satu anggota keluarganya meninggal.
"Melayat itu kan menghibur orang yang hidup, sah-sah saja selagi dia bukan kafir harbi, yaitu orang kafir yang memerangi kita," jelas Buya Yahya.
"Maka kita melayat, datang, itu perintah, anjuran, itu pendidikan dalam Islam. Alangkah indahnya kita datang menghibur yang hidup," sambungnya.
Akan tetapi, kata Buya Yahya, seorang Muslim tidak perlu memaksakan untuk mendoakan jenazah non-Muslim untuk mendapatkan ampunan Allah.
"Sebab, jenazah tersebut tidak mengimani Allah SWT dan mengharapkan ampunan ketika masih hidup," ujar Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, seorang Muslim hendaknya datang dan menghibur orang-orang yang hidup atau keluarga yang tengah berduka.
"Dibolehkan bagi seorang Muslim memberikan hadiah atau melakukan sesuatu yang membuat keluarga non-Muslim yang tengah berduka menjadi senang atau gembira," ungkap ulama asal Blitar ini.
"Hendaknya kalau kita mau berdoa, mendoakan yang hidup. Semoga Allah memberikan ketabahan, diberikan setelah ini segala kebaikan, kebaikan itu kan macam-macam, termasuk hidayah," imbuhnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News