GenPI.co - Setiap orang tua memiliki pola asuh terbaik untuk tumbuh kembang sang buah hati. Namun, pengasuhan yang diberikan terkadang justru menghambat pertumbuhan anak.
Salah satu yang sering dilakukan adalah terlalu mengekang dan berlebihan dalam mengatur hidup anak-anak.
Pola asuh seperti ini dikenal dengan overparenting. Hal ini akan menjadi buruk karena akan menciptakan karakter buruk bagi anak.
Psikolog anak, Devi Sani mengungkapkan, pola asuh overparenting cenderung berlebihan melindungi dan mengatur segala sesuatu sesuai keinginan orang tua.
"Orang tua yang menerapkan pola asuh ini biasanya cenderung tidak sadar," jelas Devi kepada GenPI.co, Selasa (7/6).
Menurutnya, beberapa alasan orang tua jadi overparenting karena ingin memberikan perhatian lebih terhadap sang anak.
Padahal, perhatian yang cenderung berlebihan tersebut hanya membuat sang buah hati tidak nyaman bahkan bisa melawan orang tua.
"Anak yang memiliki orang tua overparenting setiap harinya bisa merasa khawatir hingga takut menentukan apa yang sebenarnya mereka inginkan," lanjutnya.
Devi menjelaskan, dampak dari pola asuh ini bisa membuat hubungan antara orang tua dan anak menjadi renggang.
Alih-alih menerapak pola asuh seperti ini, orang tua dapat memberikan perhatian secukupnya pada anak dengan komunikasi yang baik, daripada menciptakan aturan ketat. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News