GenPI.co - Selingkuh adalah faktor yang dapat merusak psikologis seseorang.
Tak hanya itu, hal tersebut juga bisa menjadi kebiasaan buruk bila tak dihentikan sedini mungkin.
Psikiater Aimee Nugroho menjelaskan banyak faktor yang menyebabkan seseorang untuk memutuskan selingkuh.
Salah satunya masalah internal tidak merasa bahagia dengan pasangannya.
Perasaan bahagia biasanya datang dari ekspektasi sendiri. Oleh karena itu, saat ekspetasi tidak dipenuhi, perasaan marah dan kecewa lebih mendominasi.
"Selingkuh disebabkan tidak merasa bahagia dengan pasangannya, sehingga mencari kebahagiaan yang lain," kata Aimee kepada GenPI.co, Kamis (26/5).
Dia menjelaskan, seharusnya saat ekspetasi tidak terpenuhi bisa dikomunikasikan dengan pasangan, bukannya malah berselingkuh.
"Beberapa orang memilih untuk selingkuh saat sedang bertengkar atau marah pada pasangannya," ujarnya.
Hal tersebut dilakukan karena rasa kecewa yang tidak pernah usai lantaran terus berdebat dengan pasangan sendiri.
Pasalnya, keputusan yang diikuti dengan emosi ini perlu dikendalikan.
Sebab, akan sulit untuk menjalani hubungan ke jenjang lebih serius. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News