GenPI.co - Kamu pasti kesal jika anak bertingkah ketika kamu menasihatinya, entah itu dengan membantah, main handphone, atau yang paling mengesalkan yaitu pergi meninggalkan kamu.
Ada-ada saja tingkah laku anak saat kamu mencoba menasihatinya.
Jika anak tidak mau mendengarkan kamu, jangan menyalahkan siapa pun.
Apakah kamu sering mengomeli anak dengan nada bicara tinggi? Sesekali bicara dengan nada tinggi untuk mendisiplinkan anak memang wajar.
Namun, kalau hal ini selalu kamu lakukan berulang-ulang dan omelan terlalu panjang, lama-lama anak tidak tahan juga mendengarnya.
Sedangkan kalau selama ini kamu kebanyakan menggunakan kata negatif seperti “jangan”, “tidak boleh”, dan “dilarang”, anak jadi bingung apa yang harus diperbuatnya karena orang tua hanya bisa melarang, bukan memberi arahan.
Begitu juga kalau orang tua mengomeli anak dengan kata-kata kasar yang merendahkan, misalnya menyebut anak “bodoh”.
Sebagai gantinya, tegaskan perintah kamu dengan arahan yang jelas dan dengan nada bicara rendah seperti, “Adik, masukkan tasmu ke kamar sekarang.”
Jangan hanya mengomel dengan berkata, “Tasnya jangan ditaruh di situ, dong! Berantakan jadinya! Harus diberi tahu berapa kali, sih, kamu?”.
Bila anak belum beranjak juga, kamu bisa menegaskan lagi dengan kalimat seperti, “Ibu hitung sampai tiga, tasmu sudah harus dimasukkan ke kamar.” (hellosehat)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News