GenPI.co - Kondisi baby blues sering dialami perempuan pada 2 minggu usai melahirkan. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti mood swing yang menyebabkan ibu menangis dan merasa depresi.
Selain itu, diikuti dengan Ibu yang mudah marah dan muncul rasa takut yang tidak beralasan. Merasa kelelahan, sulit tidur dan sering sakit kepala.
Jika suami atau istri tampak mudah tersinggung, menarik diri, atau murung selama lebih dari dua minggu pada satu waktu, itu bisa menjadi tanda baby blues atau postpartum depression (PPD). Hal itu harus segera diatasi dan tidak boleh diabaikan.
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, di bawah ini terdapat 3 solusi yang harus diingat dilansir dari Healthy Guide. Apa saja?
1. Kenali tanda bahaya
Penting untuk membiasakan diri dengan apa sebenarnya gejala PPD, termasuk perasaan sedih atau putus asa, perubahan suasana hati, jeritan tangis, dan kehilangan nafsu makan.
Dalam kasus lain, orang tua dengan PPD mungkin mengungkapkan kekhawatiran atas menyakiti diri sendiri atau bayi. Pada titik ini, Anda harus segera menghubungi dokter.
Apabila pasangan berbicara tentang merasa kewalahan, atau mengungkapkan kekhawatiran bahwa dia tidak dapat menjalin ikatan dengan bayi, itu tanda bahaya.
“Jika pasangan anda sepertinya tidak melakukannya dengan baik, tanyakan bagaimana perasaannya, dan dengarkan apa yang dikatakannya,” kata Neill Epperson, MD, Direktur Penn Center for Women's Behavioral Wellness di University of Pennsylvania.
2. Serahkan pada dokter
Ingat bahwa PPD adalah kondisi yang memerlukan perhatian medis profesional. Itu bukan sesuatu yang bisa diselesaikan sendiri. “Selama pemulihan istri saya, saya harus mengesampingkan mentalitas 'perbaiki' dan hanya menyediakan diri untuk mendengarkan,” ujar Nick seorang ayah baru.
Jika melihat sang istri mengalami tanda-tanda PPD, serahkan semuanya pada tim medis atau dokter. PPD hanya dapat ditangani seorang profesional medis berlisensi.
3. Berikan dukungan dan komunikasi hangat
Jika pasangan sedang berjuang pasca melahirkan, seorang ayah baru bisa melakukan upaya untuk membantunya merasa lebih baik. Misalnya mencoba membuat hal-hal romantis seperti sebelum memiliki bayi. Mengingatkan kembali masa-masa hamil yang penuh canda tawa.
Jika hubungan sedikit tegang, bersabarlah dan mendukung. Tanyakan kepada pasangan bagaimana Anda dapat membantunya. Dan ketika ia tidak memberi tahu, jangan tebak dia. Lakukan saja.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News