GenPI.co - Di era digitalisasi ini masih ada perkumpulan yang sangat peduli akan literasi di Indonesia. Namanya, Lapak Pustaka.
"Kami mau buat orang sadar akan pentingnya literasi. Caranya adalah dengan edukasi kepada masyarakat agar makin gemar membaca," ujar Bagus,salah satu anggota Lapak Pustaka kepada GenPI.co, belum lama ini.
Lapak Pustaka digawangi oleh lima anak muda milenial hebat. Mereka adalah Muhammad Yusuf, Teguh Trifauzi, Aditya Fersya Ramadhan, Gusty Aditya, dan Bagus.
Kelima anak muda itu memiliki minat yang tinggi dalam literasi. Atas dasar itu mereka membuat sebuah perkumpulan yang kegiatannya positif.
Komunitas yang dibentuk pada 18 Maret 2019 itu beberapa kali menggelar kegiatan,
Yakni membuka lapak memamerkan beragam buku bacaan koleksi mereka.
"Buku-buku beragam jenis tersebut bisa dibaca siapa pun yang mengunjungi taman," jelas Bagus.
Program lain yang tak kalah menariknya adalah Perpus Gunung. Kegiatan itu mereka lakukan tiga kali dalam setahun. Perpus Gunung sendiri adalah gabungan antara hobi naik gunung dan membaca.
Di atas gunung, mereka menggelar lapak yang memamerkan buku-buku yang mereka baca.
“Tujuannya adalah untuk menghidupkan budaya baca, sekaligus saling sapa antara sesama pendaki,” lanjut Bagus.
Tak hanya itu, ada program lain juga yang kental dengan semangat literasi, yakni ‘Menyapa Pendidikan Pelosok’. Dengan mengunjungi sekolah-sekolah di berbagai tempat di Indonesia.
"Kami mau mengenalkan kebudayaan buku bacaan, memberi edukasi seni, membaca, dan bermain bersama anak anak di sekolah," jelasnya.
Sayangnya, pandemi covid-19 ini membuat Lapak Pustaka menghentikan sementara kegiatan positif tersebut.
Pihaknya berharap agar Indonesia kembali sehat dan bisa melanjutkan misi mereka. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News