GenPI.co - Ibadah puasa Ramadhan 2019 hukumnya wajib bagi seluruh umat Islam. Namun bila mendadak harus melakukan perjalanan yang jauh, dengan medan berat, dan berpotensi menguras energi, bagaimana ya? Jangan dikit-dikit batalin shaum. Simak dulu jawaban yang benar berikut ini.
Banyak sekali pandangan akan hal ini. Sebagian bilang tetap berpuasa karena wajib. Ada juga yang beranggapan bahwa, diperbehkan batal asal diganti di hari setelah Ramadhan. Dilansir dari CNN, KH Maman Imanul Haq, Ketua Lembaga Dakwah PBNU mengatakan orang yang musafir atau dalam perjalanan jauh boleh membatalkan puasa. Dalam Alquran disebutkan 'Barang siapa dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan, maka dia boleh membuka puasanya, dan mengganti puasanya itu di hari-hari setelah Ramadan'.
Baca juga :
Lengkap, Ini Niat Sholat Subuh dan Ibadah Lain di Ramadhan 2019
Biar Ramadhan Kamu Aman, Unduh jadwal Imsakiyah GenPI.co, Yuk!
Yuk Perbanyak Kegiatan Positif saat Ramadhan
"Tentu, dengan catatan, kalau dia merasa dalam perjalanan itu, berat dan tidak kuat. Akan tetapi, kalau pakai mobil yang mewah atau kendaraan yang nyaman, maka sebaiknya berpuasa," ujar Maman.
Oleh karena itu, jika masih mampu maka tunaikanlah ibadah puasa. Tetap shaum dalam perjalanan dan nikmati kesabaran. "Dengan begitu, semoga Allah SWT mencintai kita." pungkas Maman lagi.
Pada hakikatnya Islam bukanlah suatu ajaran agama yang memberatkan umatnya apalagi ibadah puasa Ramadhan 2019. Jadi, kamu yang tengah shaum dan melakukan perjalanan, maka kamu bisa membatalkan puasa jika dirasa berat. Jika tidak maka usahakan untuk melanjutkan ibadah kamu demi mencapai ridho Allah SWT. Ayo semangat puasa!
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News