GenPI.co - Gitaris Cokelat Ernest mengaku awalnya pesimistis drummer Ervin mau bergabung lagi bersama bandnya.
Seperti diketahui, Ervin dikeluarkan dari Cokelat pada Agustus 2010 seusai vokalis Kikan memutuskan keluar pada Juni 2010.
Terkait hal itu, Ernest mengkhawatirkan Ervin enggak mau gabung lagi karena dia yang paling menyimpan dendam kepada para personel.
"Gue itu takut banget kalau hal ini (reuni, red) enggak kejadian dan gue khawatir setelah ini komunikasi kami malah enggak membaik," ucap dia dalam video yang diputar saat Cokelat tampil di Synchronize Festival 2022 di JI-EXPO Kemayoran, Sabtu (8/10).
Ervin menyatakan tidak sukanya dia dengan Cokelat, drummer tersebut tak bisa memungkiri namanya besar dari band itu.
Dia bahkan menganggap Cokelat sudah menjadi seperti keluarga baginya.
Ervin menuturkan pada saat itu kondisinya dalam kemarahan dan kekesalan yang luar biasa.
"Kesalahan gue mungkin tidak bisa dimaafkan, tetapi pada intinya gue bukan pendendam. Tidak ada yang namanya mantan keluarga," ujar Ervin.
Sementara itu, Ernest bahkan menyebut ambisinya terlalu besar pada saat itu untuk Cokelat.
Dengan demikian, Ernest mengakui terlalu banyak menerima masukan dari luar, tetapi tak begitu sensitif untuk memahami keinginan Kikan dan Ervin.
Terlepas dari itu, Edwin mengaku bersyukur akhirnya setelah 12 tahun berpisah, mereka bisa kembali lagi seperti dahulu kala.
"Butuh 12 tahun untuk mengubah diri kami masing-masing, terutama ego. Kalau lebih dari 12 tahun hal ini tak terjadi, gue akan menyesalinya seumur hidup," tutur dia.
Kini, Cokelat resmi kembali dengan format lama yang terdiri dari Kikan (vokalis), Edwin (gitar), Ernest (gitar), Ronny (bass) dan Ervin (drum).(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News