GenPI.co - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menerapkan lima strategi ekonomi biru untuk memaksimalkan kekuatan ekonomi Indonesia.
Strategi yang mengangkat potensi sumber daya laut tersebut bakal direalisasikan melalui beberapa program.
Pertama, KKP akan memperluas wilayah konservasi dengan target 30 persen dari luas perairan Indonesia.
"Hal itu bertujuan menjaga dan meningkatkan populasi ikan dan menjaga fungsi penyerapan karbon," ucap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Selasa (3/8/2022).
Kedua, penangkapan ikan terukur berbasis kuota akan menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing, dan kesejahteraan nelayan.
"Jadi, kalau menangkap ikan di Arafura, harus diproses, diolah, dan dijual melalui daerah tersebut," ujarnya.
Ketiga, KKP akan menjaga budidaya ikan ramah lingkungan yang mencakup laut, pesisir, dan pedalaman untuk kesejahteraan masyarakat.
Budidaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan pasar luar dan dalam negeri.
"Budidaya yang difokuskan pada produk perikanan unggulan, seperti udang, kepiting, lobster, dan rumput laut," terangnya.
Keempat, penataan ruang laut untuk perlindungan ekosistem pesisir dan laut.
Kelima, KKP bakal menggelar program Bulan Cinta Laut yang mana nelayan tidak boleh menangkap ikan selama satu bulan dalam satu tahun.
Trenggono menyebut tugas nelayan selama satu bulan itu, yakni mengambil sampah dari laut untuk dikumpulkan dan dihargai dengan harga jual ikan terendah.
"Nelayan tetap bisa mendapatkan penghasilan bukan berupa ikan, melainkan sampah laut," tuturnya.
Trenggono menyatakan Gerakan Bulan Cinta Laut rencananya bakal digelar pada Oktober 2022 di Indonesia. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News