Bhima: Kominfo Blokir Game Online, Ekonomi Indonesia Merugi

31 Juli 2022 19:50

GenPI.co - Direktur center of economic and law studies (Celios) Bhima Yudhistira menyoroti aksi blokir platform digital yang dilakukan Kementerian komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dia menilai, pemblokiran sepihak terhadap platform digital, salah satunya di industri game melahirkan kerugian ekonomi signifikan.

"Pada 2024 industri game berpotensi menaikan ekonomi hingga mencapai 2.4 miliar dolar AS," ujar Bhima kepada GenPI.co, Minggu (31/7).

BACA JUGA:  Kapolda Irjen Fadil Imran Ternyata Pemaaf, Nih Buktinya

Dengan pemblokiran tersebut, kemungkinan justru kenaikan itu tidak akan terjadi.

Sementara itu, industri game melesat di tanah air saat pandemi covid-19 karena adanya pembatasan mobilitas masyarakat.

BACA JUGA:  Begini Kata Kominfo Soal Pemblokiran Steam dan PayPal

"Jadi, setelah pandemi ini memang ada penurunan tetapi industri game online tetap punya prospek yang bagus," tuturnya.

Oleh karena itu, pertumbuhan yang signifikan di industri game seharusnya tidak perlu dihambat.

BACA JUGA:  Kominfo Geram PayPal Tak Berizin: Di OJK Saja Tidak Terdaftar

"Kontribusi industri game online terhadap perekonomian nasional lumayan besar, pada 2020 saja menyumbang Rp 24,88 triliun atau 2,19 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia," jelasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir sejumlah platform digital pada Sabtu (30/7/2022).

Pemblokiran disebabkan karena platfo digital tersebut tak kunjunh mendaftar penyelenggara sistem elektronik (PSE) lingkung privat.

Beberapa platform digital yang diblokir oleh Kominfo antara lain Yahoo, PayPal, Steam, Epic Games, Dota, Counter Strike, dan Origin. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya Reporter: Annissa Nur Jannah

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co