GenPI.co - Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mengalami pembengkakan biaya lantaran pembebasan lahan tidak sesuai dengan perencanaan awal.
"Yang seharusnya perencanaan tidak melalui perkebunan, kawasan industri, tapi ternyata lewat perkebunan yang punya lahan, biaya pembebasan lahannya mahal," kata ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman di Jakarta, Rabu (27/7/2022).
Selain pembengkakan biaya akibat pembebasan lahan, pembengkakan lainnya diakibatkan bahan baku material hingga pembiayaan tenaga kerja.
"Dalam perencanaan awal hingga pembiayaan pada saat realisasi pembangunan banyak yang tidak sesuai estimasi, seperti bahan bangunan, baja, semen dan tenaga kerja," ucapnya.
Segala permasalahan tersebut bisa membuat pemerintah harus mengambil langkah pendanaan yang sesuai dengan kalkulasi, terutama bila Bank Pembangunan China tidak mau menanggung cost overrun.
Dia juga memperkirakan adanya kemungkinan tambahan biaya yang harus keluar untuk pemeliharaan dan penggunaan kereta cepat ini ke depannya, yang berpotensi menimbulkan masalah pendanaan baru.
"Persoalan maintanance, ini justru kembali lagi ke konsorsium, PT KAI atau BUMN, untuk meng-create daya tambah pendapatan dari KCJB ini," katanya. (antara)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News