GenPI.co - Nilai tukar rupiah di pasar spot exchange tetap menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir perdagangan, Senin (30/5).
Data Bloomberg menunjukkan, mata uang Garuda terapresiasi 10 poin atau 0,07 persen menjadi USD 14.556 per USD.
Pada pembukaan perdagangan, rupiah diperdagangkan di Rp 14.521 dari sebelumnya Rp 14.567 per USD.
Sepanjang perdagangan, rupiah mengalami penguatan paling tinggi di Rp 14.518, sementara terendah Rp 14.557 per USD.
Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah ditransaksikan di Rp14.544 per USD dari sebelumnya Rp14.578.
Ditarik dari sepekan terakhir, nilai tukar rupiah terapresiasi 1,12 persen.
Dalam sebulan terakhir, mata uang Garuda melemah 0,24 persen, tiga bulan 1,74 persen dan transaksi setahun berjalan (year to date/ytd) 1,69 persen.
Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang kawasan Asia juga menguat terhadap dolar AS.
Di pasar spot exchange, Yuan China terapresiasi 0,67 persen menjadi CNY 6,67 per USD, Dolar Hong Kong 0,01 persen ke HKD 7,84 per USD dan Won Korea 1,07 persen ke KRW 1.238 per USD.
Selanjutnya, Dolar Singapura juga menguat 0,05 persen menjadi SGD 1,36 per USD, Baht Thailand 0,18 persen ke THB 34 per USD, dan Dolar Taiwan 0,86 persen ke TWD 29 per USD.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News