GenPI.co - Direktur Center of Economics and Law Studies Bhima Yudhistira memprediksi lockdown di Kota Shanghai, China, akibat covid-19 akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia.
Pasalnya, kata Bhima, China merupakan pusat ekonomi global.
Menurut Bhima, ada kekhawatiran jika kebijakan lockdown itu diperluas ke berbagai kota di sekitar Shanghai.
"Termasuk kawasan industri strategis. Neraca dagang Indonesia bisa turun dari worst scenario menjadi defisit," uja Bhima kepada GenPI.co, Jumat (6/5).
Tidak hanya itu, kebijakan lockdown di China bahkan sangat berimbas ke Indonesia dibandingkan perlambatan ekonomi di Amerika Serikat imbas perang Ukraina-Rusia.
"Imbas lainnya, pengiriman terganggu alias tertunda dan biaya pengiriman melonjak," tuturnya.
Tak hanya itu, rantai produksi akan terganggu lantaran pengusaha memerlukan waktu mencari bahan baku dari negara lain.
Adapun sektor yang mengandalkan sektor ekonomi tersebut antara lain konstruksi, industri pengolahan, pertambangan, dan pertanian.
Hal tersebut juga diperburuk dengan Beijing yang berencana akan melakukan lockdown, mengikuti jejak Shanghai.
Oleh karena itu, Bhima berharap kebijakan tersebut tidak meluas hingga berimbas ke Indonesia.
"Semoga Beijing tidak menerapkan lockdown seperti di Shanghai, karena bisa berimbas besar terhadap ekonomi Indonesia," harapannya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News