GenPI.co - Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhammad Mufti Mubarok memberikan tips jitu untuk yang takut tertipu ketika belanja di marketplace.
Mufti mengatakan, jika berbelanja di marketplace, terutama yang kurang terkenal, alangkah baiknya menggunakan sistem cash on delivery (COD).
"Barang sampai baru beli, jangan sering kali hanya karena iming-iming yang ada di iklan langsung transaksi," kata Mufti di kantor GenPI.co, Kamis (27/1).
Sebab, saat ini ada banyak ribuan marketplace di Indonesia. Ada yang menjadi tempat jual beli itu justru beluk teregister dan tidak kredibel.
Mufti lantas mencontohkan kasus Grab Toko.
"Waduh, dalam waktu sekian hari banyak orang transaksi karena mereka banyak jual barang-barang branded," katanya.
Alhasil, kasus penipuan ini sampai di angka Rp 5 miliar.
Mufti menduga, masyarakat terkecoh dengan nama Grab Toko, yang mana mirip sebuah merek terkenal.
Akhirnya, masyarakat banyak yang percaya, melakukan transaksi, lalu men-DP barang yang akan dibeli.
"Ini kesalahan besar. Saya sarankan COD, barang harus dibuka, kalau perlu ada berita acara, ada dokumen," katanya.
Menurutnya, jangan sampai ada lagi masyarakat yang terpengaruh iming-iming murah, lalu jadi ketipu.
"Kalau marketplace terkenal mungkin cara deteksinya sudah tahu," kata Wakil Ketua BPKN Mufti Mubarok.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News