GenPI.co - Namaku Vika Larasati, aku mahasiswi yang merantau ke Jakarta. Aku tidak suka tempat ini sebelum bertemu dengan pacarku, Riko namanya.
Riko selalu menemani aku selama berada di sini.
Setiap hari, Riko selalu menemaniku. Mulai dari makan, mengantar laundry, hingga mengerjakan tugas.
Aku sangat mencintai dia lantaran perhatiannya untukku tak pernah terputus.
Namun, aku sempat melihat sebuah chat dari seseorang di handphonenya.
Di situ tertulis nama Tante Dina, aku tidak menaruh curiga pada awalnya.
Akan tetapi, rasa curigaku terhadap sosok tante ini makin kuat setelah ada emoticon hati di dalam chat tersebut.
"Riko, jelasin kenapa ada chat dari tante itu," ujarku kepada Riko.
Dia diam dan membisu, aku tak ingin menuduhnya sembarangan.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Riko buka mulut.
Dia mengatakan sudah lama berhubungan dengan tante itu.
Pasalnya, pekerjaan yang sedang dia jalani saat ini merupakan titipan dari Tante Dina.
"Kamu kenapa enggak bilang?" tanyaku kepada Riko.
"Aku melakukan ini untuk kita, aku butuh uang," ujarnya.
"Pekerjaan apa yang diberikan tante itu?" tanyaku.
"Aku hanya menemani tante saat dia sedang butuh, itu saja," ujarnya.
Sejenak aku terdiam dan membisu, Riko menunjukkan raut wajah yang pucat.
Aku tak mengerti mengapa Riko tidak membeberkan hal tersebut sejak lama.
Tiba-tiba saja, ada chat masuk bertuliskan 'besok temani tante di hotel'.
Setelah itu dirinya pun memberi klarifikasi terkait semua hal yang terjadi antara Riko dan Tante Dina.
"Aku menjadi simpanan tante itu, dia yang memberikan semuanya kepadaku," tutur Riko.
Setelah kejadian itu, aku pergi meninggalkan Riko yang ternyata sering pergi ke hotel bersama Tante Dina.
Aku yakin ada seseorang yang pantas untuk kusayangi selain Riko. Selamat tinggal sayang.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News