GenPI.co - Perkenalkan, namaku Dewa Anggara, aku akan membagikan cerita horor yang sulit aku lupa.
Cerita horor ini terjadi saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), tepatnya kelas enam.
Saat itu, aku selalu bermain sepeda pada sore hari, terkadang lupa waktu sampai malam.
Pada satu hari, aku bermain sepeda bersama satu teman baikku bernama Adam.
Kami bersepeda mulai dari pukul empat sore sampai matahari terbenam.
“Dam, sudah gelap, nih. Pulang, yuk?” ajakku.
“Sebentar, tanggung, nih, kita ke sana dahulu, ya?” jawab Adam sambil menunjuk salah satu rumah kosong dengan ukuran yang cukup besar.
Rumah itu sudah lama kosong, kabarnya sang pemilik meninggalkan tempat itu karena ada masalah dengan tetangga.
Aku ingin menolak ajakan tersebut, tetapi Adam sudah mengayuh sepedanya dengan cepat ke arah rumah itu.
Pagarnya terbuka, kami pun masuk hingga ke bagian halaman depan.
Adam yang memang terkenal pemberani itu menaruh sepedanya di halaman depan dan berjalan ke arah pintu masuk.
Aku hanya duduk di sepeda melihat kelakuan Adam yang dengan gegabah mengetuk pintu tiga kali.
Sesaat setelah ketukan ketiga berhenti, mendadak dari jendela di lantai dua muncul sosok wanita dengan baju putih berambut panjang.
Aku mengernyitkan dahi sambil terus melihat untuk memastikan keberadaan perempuan itu.
Saat rambutnya yang menutupi wajah sedikit tersibak, terlihat matanya merah menyala.
“Dam, Lari!” teriakku dan langsung mengayuh sepeda dengan cepat.
Aku tidak menengok ke belakang sama sekali sampai tiba di rumah.
Aku meninggalkan Adam, entah bagaimana nasibnya di rumah kosong itu.
Sesampainya di rumah, kedua kakiku terasa lemas dan masih bergetar.
Aku meminum segelas air es untuk menenangkan diri.
Baru setengah isi gelas aku minum, mendadak terdengar suara ketukan di pintu rumahku.
“Ah, itu pasti Adam,” gumamku dalam hati.
Aku membuka pintu rumah tanpa memikirkan apa-apa.
Aku sungguh terkejut saat melihat wanita dengan rambut panjang yang ada di rumah kosong tadi berdiri di depanku.
Ternyata, dedemit penunggu rumah kosong itu mengikutiku sampai ke rumah.
Setelah itu aku tidak ingat apa-apa, Ibuku bilang aku pingsan di depan pintu.
Sejak hari itu, aku tidak pernah lagi bersepeda hingga malam. (Cerita horor Dewa Anggara, seperti yang dituturkan kepada GenPI.co)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News