Cerita Horor Perempuan Menangis di Gubuk Angker, Wajahnya Rata

30 April 2022 19:30

GenPI.co - Cerita horor ini aku alami saat aku berkunjung ke rumah nenek. Kejadiannya belum lama terjadi. 

Sebelum aku menceritakan, perkenalkan, namaku Dana Pradita. Saat ini aku tinggal di Jawa Tengah

Awal cerita, aku ingin berkunjung ke rumah nenek. Sudah lama aku tak ke sana. 

BACA JUGA:  Cerita Horor Dikejar Dedemit Jembatan Angker, Hampir Meninggal!

Rumah nenek berada di Jawa Timur. Butuh waktu enam jam menggunakan bus untuk sampai ke rumah nenek. 

Singkat cerita, aku berangkat ke rumah nenek sendirian. Aku sampai di lokasi sekitar jam 20.00 WIB. 

BACA JUGA:  Cerita Horor Melihat Satu Kaki di Tangga Darurat, Sangat Mencekam

Kondisi di desa nenek sudah sangat sepi. Maklum, lokasi desa memang berada jauh dari kota. 

Letak rumah di desa ini juga cukup berjarak. Tak seperti rumah-rumah yang ada di kota. 

BACA JUGA:  Cerita Horor Terjebak Bersama Perempuan Misterius di Tengah Hujan

Rumah nenek berada di ujung desa. Letaknya persis di pinggir sawah.

Malam itu, setelah banyak berbicara dengan nenek, aku memutuskan untuk berkeliling desa. Aku merasa rindu. 

Aku membawa satu senter. Nenek mengingatkanku untuk pulang sebelum jam 12 malam. 

Aku mengiyakan permintaan nenek. Saat baru keluar dari rumah nenek, aku melewati sebuah gubuk

Kondisinya masih lumayan bagus. Gubuk ini sepertinya digunakan untuk petani istirahat. 

Aku melewati gubuk itu dengan santai. Tak ada rasa takut maupun khawatir. 

Aku pun melanjutkan perjalananku. Aku memutuskan untuk berhenti di sebuah warung kopi. 

Letak warung kopi itu cukup jauh dari rumah nenek. Aku memesan secangkir kopi dan berbincang dengan pemilik warung. 

"Saudaranya Mbah Toyo, ya, mas?" tanya pemilik warung. 

"Iya, pak. Saya cucunya," jelasku. 

"Wah, sudah gede. Perasaan dahulu masih digendong bapakmu," katanya. 

Pemilik warung itu banyak cerita tentang nenek dan bapakku. Aku pun dengan senang hati mendengarnya. 

Namun, aku sampai lupa waktu. Waktu berjalan sangat cepat, sudah jam 12 malam lewat.

"Kalau pulang, hati-hati mas. Baca doa," kata pemilik warung. 

Aku pulang melewati jalur yang sama. Namun, dari kejauhan, aku melihat seorang perempuan duduk di gubuk pinggir sawah. 

Dia menggunakan baju putih kusam. Rambutnya panjang menutupi muka. 

Perempuan itu menangis. Suara tangisannya sangat dalam, seperti orang yang baru putus cinta. 

Aku mencoba untuk mendekati perempuan itu. Aku bertanya tentang keadaannya.

"Mbak, baik-baik saja?" tanyaku. 

Kepalanya menggeleng. Artinya, dia sedang tidak baik-baik saja. 

Aku mencoba untuk menenangkannya. Aku juga bertanya di mana rumah perempuan itu. 

Dia mendadak menunjuk ke arah sumur yang ada di tengah sawah. Saat itu aku belum sadar, pikirku dia warga kampung sebelah. 

Namun, wanita itu mendadak mengangkat wajahnya. Perlahan, tangannya menyingkap rambut yang menutupi wajahnya. 

Saat terbuka, aku pun langsung kaget dibuatnya. Wajah perempuan itu rata, tak berbentuk. 

Aku tak kuasa dan langsung melarikan diri menuju rumah. Aku hampir pingsan. 

Sesampainya di rumah, Nenek sudah menungguku. Dia terlihat khawatir. 

"Sudah Nenek bilang, jangan pulang sebelum jam 12 malam," kata Nenek. 

Nenek menyuruhku langsung masuk kamar. Pintu langsung dikuncinya. 

Nenek tak menjelaskan apa pun kepadaku. Aku pun tak berani menceritakan tentang kejadian yang aku alami di gubuk angker itu. (Cerita horor Dana Pradita, seperti yang dituturkan kepada GenPI.co) 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Andi Ristanto

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co