Malam Pertama, Aku dan Ayah Mertua Kepergok Suami di Kamar

26 Agustus 2021 19:10

GenPI.co - Sebagai pasangan suami istri (Pasutri) baru, aku dan Radit masih merasa canggung saat malam pertama. 

Setelah selesai resepsi pernikahan, Radit mencoba menggoda saat aku mandi di rumah mertuaku. 

Ya, kami masih tinggal di rumah Radit untuk malam pertama ini. 

BACA JUGA:  Selingkuh dengan Gadis Penjual Kopi, Tuhan Turunkan Azab

Di sini, Radit tinggal hanya dengan ayah dan adik wanitanya yang bernama Rahmi. 

Singkat cerita, aku mandi terlebih dahulu karena sudah merasa gerah. Sementara Radit, sedari tadi sudah minta, tetapi aku tolak. 

BACA JUGA:  Azab Istri Egois, Sang Suami Direnggut Maut

"Sayang kita sudah sah, ya, kan? Jadi, aku malam ini bisa dong mulai," ujarnya. 

"Heh, apa-apaan ini. Aku belum siap, yang. Bagaimana juga aku masih di kamar mandi," sahutku. 

"Nggak apa-apa, kan, kalau aku ikut masuk," kata Radit lagi. 

"Enggak. Aku malu. Sudah, tunggu saja di situ," ucapku sedikit dengan nada tinggi. 

Saat sedang mandi, aku pun merasa terlalu berlebihan dengan suamiku itu. 

Aku pun akan minta maaf setelah mandi, berharap suamiku tidak marah karena ucapanku. 

"Dit, Radit. Kamu di mana? Kok, nggak ada di kamar," teriakku. 

Radit ternyata benar-benar marah kepadaku, soalnya dia meninggalkan pesan di secarik kertas. 

"Aku mau keluar dulu. Mau cari udara segar. Kalau ada perlu apa-apa, kasih tau ayah saja," bunyi pesan itu. 

Aku jadi merasa sangat bersalah karena sudah menolak suami sahku. 

Habisnya, aku juga merasa malu karena baru kali pertama menikah dan akan disentuh pria. 

Daripada berpikir lebih lama, aku mau mencari Radit dan menanyakan kepada ayah mertuaku. 

Saat sedang ingin berganti pakaian, tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk. 

"Nak, kamu di dalam? Radit tadi kok terlihat kesal. Kalian ada masalah?" kata ayah mertua. 

"Wah, sebentar, yah. Aku ganti pakaian dulu, habis selesai mandi," ucapku. 

Aku pun mempersilakan ayah mertua masuk saat aku sudah rapi. 

Beliau lantas menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Radit. 

Aku hanya bisa menceritakan kejadian yang baru saja terjadi 

"Iya, jadi, seperti itu, Yah, ceritanya. Menurut Ayah, aku harus kayak apa nanti pas Radit pulang," ujarku. 

"Begini, ya, Nak. Memang kalian masih baru belum ada pengalaman apa-apa. Jadi, Ayah akan bantu untuk kalian agar makin lengket nanti," ucap Ayah mertua. 

"Pertama, kamu harus bisa menerima siapa Radit dan kalian ingin apa dalam pernikahan? Selanjutnya, jika sudah pulang, kamu bisa minta maaf dan mulai komunikasi ke dia, ya," tambahnya. 

Setelah hampir satu jam mengobrol dengan ayah, Radit akhirnya pulang dan menemuiku di kamar. 

Dia tampak makin bingung ketika mendapati ayah berada di kamarnya. 

"Ayah, sedang apa di sini? Terus itu ngapain tangannya di belakang?" ucap Radit. 

"Tenang dulu, Dit. Ayah ke sini ingin menasihatiku supaya jadi istri yang baik," sahutku. 

"Enggak bisa gitu dong. Masalahnya, Ayah lagi main lubang apa itu? Itu, kan, bahaya. Nanti bisa kesetrum," seru Radit. 

"Loh, memangnya ini apa yang ayah pegang? Kok, lubangnya enak kalau dipegang," kata Ayah mertuaku. 

"Ayah itu, kan, mainan slime-nya si Rahmi. Nah, di bawahnya itu colokan listrik, Yah. Awas nanti kalau kesetrum gimana?" jelas Radit.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Hafid Arsyid Reporter: Puji Langgeng

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co