Sahabatku Diam-diam Menyukai Suamiku, Aku Ikhlas!

08 Agustus 2021 19:50

GenPI.co - Namaku Vanessa. Aku bekerja sebagai seorang telemarketing bank ternama di Indonesia. Menjalani profesi ini tentu tidak mudah, terlebih ada terget khusus yang harus di capai setiap harinya.

Stress? tentu saja, pasalnya, bila target tidak tercapai setiap bulannya aku bisa kehilangan pekerjaan hari itu juga.

"Ya ampun!, belum juga memperkenalkan diri, udah di tolak aja,! keluhku kepada Luna, sahabatku.

BACA JUGA:  Selingkuh dengan Gadis Penjual Kopi, Tuhan Turunkan Azab

"Mau bikin calon customer nggak gampak matiin telepon nggak? bahkan lu bakalan di kejar-kejar terus," ucap Luna, sambil mendorong pundakku.

"Eh! apa tuh? bagi-bagi tipsnya dong, gue belum closingan nih hari ini!," balasku.

BACA JUGA:  Azab Istri Egois, Sang Suami Direnggut Maut

"Open BO, nyeet," ledeknya.

"Ah bercanda mulu! dah, gue mau kerja dulu kejar target, nih," kataku, sambil kembali mengambil headphone.

Tak pernah disangka, setelah satu tahun bekerja disini, aku mendapatkan jodoh, yakni clientku sendiri.

Melalui penawaran kartu kredit di telepon hingga akhirnya berlanjut chat di whatsapp. Client yang akhirnya menjadi kekasihku ini bernama Marco.

Dia adalah seorang pengusaha makanan yang memiliki cabang restoran dimana-mana. Sifatnya yang begitu penyabar dan jujur, membuat aku jatuh hati padanya.

Walau sudah memiliki suami yang bisa dikatakan mapan, Marco mengizinkan aku untuk tetap melakukan semua hal yang aku suka, tak terkecuali bekerja.

Pasalnya, selama belum memiliki keturunan, dia membuatkan aku untuk tetap beraktivitas sesuka hatiku. Aku selalu menceritakan apapun yang ku lakukan kepada Luna.

Sampai suatu hari, Luna secara blak-blakan mengaku padaku bahwa dia menyukai suamiku karena aku terlalu banyak bercerita hal baik tentangnya.

"Ness, gue mau jujur," ucap Luna.

"Kenapa,?" balasku.

"Lebih baik lu nggak usah cerita apa-apa lagi deh tentang Marco, dari pada gue suka sama laki lu!," jelas Luna, dengan wajah kesalnya.

"Lahhhhh?! lu mau dia? ambil!," balasku, sambil menepuk pundaknya.

"Hahahaha! mana bisa? dia bucin banget sama lu! nggak mungkin bisa berpaling deh," balasnya.

Walau sempat ada perasaan tidak suka dengan ucapan Luna, aku percaya bahwa dia tidak akan benar-benar melakukan hal itu. Karena dia adalah sahabat terbaikku. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co