GenPI.co - Langit Jakarta belakangan ini sering terlihat mendung. Gelap, seperti kamar pengantin baru saat malam.
Perlahan, mendung pun berganti hujan. Deras, menghujani jalan Jakarta yang penuh sesak.
"Mas Surya, mau mi rasa ayam bawang?," ujar Siska, istriku.
"Ah, kamu memang tahu seleraku," jawabku.
Hujan kali ini ditemani dengan Siska dan semangkuk mi rasa ayam bawang. Lengkap sudah rasanya hidup.
Sesuatu yang hangat memang paling enak dinikmati saat hujan. Misalnya, seperti semangkuk mi dan pelukan istri.
Setelah menghabiskan semangkuk mi, aku baru ingat suatu hal yang cukup penting. Rizky, tetangga sebelah rumah mengajakku untuk pergi ke tempat usahanya.
Aku memang cukup akrab dengan Rizky. Dengan istrinya pun juga cukup dekat.
"Si Rizky punya usaha baru, dia pengin kita ke sana," kataku ke Siska.
"Usaha apa mas?" jawabnya.
"Aku juga belum tahu, besok saja kita langsung ke lokasi," jawabku.
Esok harinya, aku dan Siska langsung meluncur ke tempat usaha milik Rizky.
Saat sampai, aku langsung disambut dengan sangat hangat oleh Rizky dan Mika, istrinya.
"Eh Mas Surya dan Mbak Siska, apa kabar?" tanya Mika.
"Alhamdulillah, baik-baik," jawab Siska.
"Yuk, mas, langsung ke dalam saja," kata Rizky memotong.
Setelah sampai di dalam, aku dan Siska diberi sebuah pakaian khusus. Ternyata, usaha milik Rizky adalah sebuah tempat sauna.
Jujur, aku baru kali pertama mencoba hal yang seperti ini. Aku rasa, Siska pun juga.
Tentu hal itu membuat kami sangat antusias. Bahkan, Siska langsung buru-buru mengganti bajunya.
"Baru selesai hujan, kita menghangatkan tubuh dulu mas," kata Mika.
"Siap, aku juga baru pertama, semoga menyenangkan," jawabku.
Aku, Siska, Rizky, dan Mika sudah selesai mengganti baju. Kami langsung menuju ke tempat sauna.
Awalnya, aku merasa cukup canggung. Sebab, ini menjadi pengalaman pertama menikmati sauna.
Setelah beberapa saat, tubuhku mulai mengeluarkan keringat. Rasa hangat sudah merasuk menjadi sebuah kenikmatan dalam tubuhku saat ini.
Tak hanya aku, tubuh Siska pun juga terlihat berkeringat. Namun, perhatianku tertuju pada Mika.
Tubuhnya penuh dengan keringat. Hal itu membuatnya terlihat sangat seksi.
"Nikmat, kan mas?" bisik Mika kepadaku.
"Benar katamu. Ini nikmat banget," jawabku.
Ternyata, pengalaman pergi ke sauna itu membuatku ketagihan. Aku dan Siska jadi sering pergi ke sana untuk sekadar menghangatkan badan dan bercerita. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News