GenPI.co - Pasar aset kripto kembali masuk tren bearish pada perdagangan awal pekan.
Pelaku pasar tampak ramai-ramai keluar dari instrumen investasi ini seiring selera risiko investor yang terjun bebas.
Hal ini turut tercermin dari mayoritas aset kripto yang merosot sangat tajam.
Tak hanya aset kripto, pasar keuangan, terutama pasar saham juga mengalami gejolak.
Gejolak itu masih dipengaruhi rencana Federal Reserve (The Fed) yang ingin menaikkan suku bunga acuannya.
The Fed diketahui akan lebih agresif menghadapi inflasi dengan mengerek suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin.
Data Coinmarketcap, Senin (25/4) pukul 14:22 WIB menunjukkan, kapitalisasi pasar (market cap) aset kripto global turun signifikan sebanyak 3,62 persen menjadi USD 1,78 triliun.
Penurunan itu setara dengan nilai USD 64,43 miliar. Anjloknya market cap itu menandakan adanya akumulasi jual yang cukup besar.
Alhasil, volume perdagangan aset kripto global meningkat sangat pesat mencapai 38,46 persen menjadi USD 72,45 miliar.
Di sisi lain, dominasi Bitcoin (BTC) justru meningkat dengan naik 0,42 persen menjadi 41,35 persen.
Dengan demikian, investor memanfaatkan penurunan pasar dengan tetap mengoleksi Bitcoin.
Dari sisi harga, aset kripto dengan market cap terbesar itu merosot 3,14 persen menjadi USD 38.522.
Selanjutnya, Ethereum (ETH) mencatatkan penurunan lebih besar dengan anjlok 4,72 persen menjadi USD 2.815.
Binance Coin (BNB), juga melorot lebih dalam, yaitu 4,82 persen menjadi USD 385.
Dari daftar aset kripto 10 teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, Ripple (XRP) menjadi top loser dengan anjlok 7,85 persen menjadi USD 0,6557.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News