GenPI.co - Pasar aset kripto bergerak hati-hati yang menandakan pelaku pasar ambil napas untuk melakukan aksi ambil untung.
Pada akhir pekan ini, mayoritas aset kripto mengalami koreksi tipis. Sementara itu, koin tertua, Bitcoin (BTC) masih mencatatkan penguatan.
Penguatan ini disinyalir seiring akumulasi beli yang dilakukan pelaku pasar beberapa hari terakhir.
Koin dengan market cap terbesar itu menanjak 0,77 persen menjadi USD 44.483.
Ethereum (ETH), aset kripto dengan kapitalisasi terbesar kedua justru sudah merosot sebesar 0,21 persen menjadi USD 3.128.
Trader Tokocrypto Afid Sugiono menilai pekan ini ada koin potensial yang bisa dikoleksi.
Salah satunya Ethereum Classic (ETC). Koin ini diperkirakan nilainya bisa terus meningkat.
Hal ini seiring pengumuman kemitraan antara ETC Group dan HANetf yang ETF metaverse pertama di Eropa karena listing di London Stock Exchange.
"Koin ETC akan bullish pada pekan ini. Sentimen ini membuat investor tertarik pada koin ETC lebih lanjut dan melihat pengembangannya ke depan," ujarnya.
Afid membeberkan ETC adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang meluncur pada Juli 2016.
Dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang makin berbeda, ETC lambat laun membedakan dirinya dari Ethereum.
Data Coinmarketcap Sabtu (26/3) pukul 17:27 WIB menunjukkan, ETC yang menjadi peringkat 28 dalam kapitalisasi terbesar merosot tipis 0,13 persen menjadi USD 47,94.
Meski begitu, dalam sepekan terakhir ETC telah berkinerja cukup moncer dengan naik 62,81 persen. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News