Cokelat Kesukaan Soekarno, SilverQueen Dulu Lokal Kini Mendunia!

15 Maret 2021 08:50

GenPI.co - Siapa yang tidak suka cokelat? Salah satu cokelat yang paling diburu adalah SilverQueen.

Tahu kah kamu, SilverQueen merupakan cokelat yang berasal dari Indonesia? Penasaran? Simak faktanya.

BACA JUGAStasiun Manggarai Dulu Tempat Rahasia Perjalanan Soekarno

1. Sejak zaman kolonial Belanda

Pemiliknya ialah Ming Chee Chuang, seorang pemuda asal Burma keturunan Tionghoa. 

Perusahaan berdiri pada zaman kolonial. Pemiliknya sendiri berasal dari Belanda. Dahulu, pabrik cokelat itu diberi nama NV Ceres.

Pada 1942 ketika Jepang menjajah Indonesia, sang pemilik yang merupakan orang Belanda berusaha untuk kabur meninggalkan Garut dan menjual aset perusahaan cokelatnya dengan harga yang murah. Perusahaan NV Ceres itu kemudian dibeli Chuang.

Di 1950-an, Chuang mulai beraksi dengan merubah nama NV Ceres menjadi PT Perusahaan Industri Ceres. 

BACA JUGADulu Obesitas, Bams Eks Samson Kini Punya Perut Roti Sobek

Saat itu, produk yang dikeluarkan adalah biskuit wafer dengan nama Ritz dan mulai diproduksi pada 1951. 

Sayangnya, Nabisco Foods mengklaim biskuit wafer Ritz sudah hadir sejak 1949, yang didirikan oleh pengusaha asal Belanda. 

Namun, Chuang tidak menyerah begitu saja. Dia melakukan perjuangan atas hak nama Ritz dan membuahkan hasil menjadi merek wafer milik Ceres. 

Nah, pada 1950-an baru lah cokelat batangan yang kini dikenal sebagai SilverQueen hadir. 

Dia terus berusaha berinovasi untuk produknya, dengan mencampurkan cokelat dan kacang mete. 

Berdasarkan komposisinya, coklat SilverQueen diproduksi dengan beberapa bahan dasar pilihan berkualitas.

2. Tantangan perkembangan SilverQueen

Sekitar 1950-an, pemerintah sempat mengeluarkan kebijakan mengenai program Benteng. 

Program tersebut bertujuan untuk membina pengusaha Indonesia, dalam hal ini adalah kelas pengusaha pribumi non-Tionghoa.

Adapun program ini ditujukan untuk para pengusaha pribumi agar mendapat fasilitas lebih baik, daripada asing yang memiliki usaha di Indonesia. 

Bahkan, melalui program tersebut ditentukan bahwa paling tidak 70 persen pemegangan saham perusahaan harus dimiliki oleh bangsa Indonesia asli.

Kebijakan ini tentunya menjadi tantangan bagi Ming Chee Chuang yang bukan orang asli Indonesia. Saat itu dia tidak memiliki fasilitas senyaman orang pribumi.

3. Dari Garut pindah ke Bandung

Pada 1955, Presiden Pertama RI Soekarno memesan cokelat dengan jumlah banyak untuk Konferensi Asia Afrika (KAA) buat dihidangkan kepada para tamu undangan dalam acara besar tersebut.

Hal ini juga yang membuat Chuang memindahkan pabriknya dari Garut ke Bandung. Dari situ, produknya mulai dikenal sebagai pembuat cokelat terenak di Indonesia.

4. Kesukaan Soekarno

Konon, SilverQueen menjadi cokelat kesukaan Presiden Pertama RI Soekarno. Kemungkinan beliau telah mencicipinya sebelum KAA.

Itu lah yang menjadi titik kemajuan perusahaan Chuang dan mendapatkan order besar saat perhelatan besar tersebut.

5. Warisan SilverQueen

Chuang mewariskan perusahaannya kepada anak laki-laki tertuanya bernama John Chuang dan menjadi CEO. Selain menjadi pemilik, dia juga mengatur keuangan perusahaan.

Sementara itu Joseph Chuang, adik dari John mendapat jatah untuk mengurus food service dan urusan pabrik.

Hingga pada 1984, anak-anak dari Chuang mendirikan sebuah perusahaan bernama Petra Food, yang juga memiliki kantor pusat di Singapura. 

PT Perusahaan Industri Ceres pun menjadi salah satu bagian dari Petra Food dengan beragam produk yang juga menjadi merek andalan mereka, seperti Delfi, SilverQueen, Ritz, biskuit Selamat, Chunky, wafer Briko, Top dan juga meses Ceres.

Selama 1987 sampai 1989, perusahaan keluarga Chuang pun makin berkembang. Perusahaannya juga menjadi pengadaan bahan baku cokelat di Thailand.

Selain itu, dia juga menggandeng Jepang untuk bekerja sama dengan perusahaannya. 

Kini, cokelat SilverQueen pun sudah dikenal tidak hanya di Indonesia melainkan dunia.  (*)
 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co