Gubernur BI Ungkap Inflasi Terlalu Rendah, Ini Penyebabnya

10 Februari 2021 08:55

GenPI.co - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan inflasi terus mengalami penurunan selama pandemi covid-19. 

Sebab, angka inflasi berada di titik 1,55 persen sampai Januari 2021.

BACA JUGABursa 10 Februari 2021: Saham BBCA dan AALI Direkomendasi

"Ini jadi perhatian kami karena terlalu rendah," ujar Perry dalam Rapat Dengar Pendapat  di Komisi XI DPR-RI, Selasa (9/2/2021).

Perry menjelaskan, kondisi terjadi seiring dengan permintaan dari masyarakat yang masih rendah. 

"Daya beli ini harus naik, agar inflasi naik. Tetapi sepanjang tidak melebihi batas 4 persen," katanya.

Dari sisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), defisit transaksi berjalan juga masih rendah. Hal ini terjadi karena kinerja ekspor yang tinggi, sedangkan kinerja impor rendah. 

"Karena, produksinya rendah, impornya juga rendah," kata dia.

BACA JUGABroken Home, Mau Beli Rumah ke Mama, Nadya Kini Pengusaha Sukses

Sementara itu, aliran modal asing yang masuk dinilai sangat baik sehingga terjadi surplus yang besar dan cadangan devisa juga besar. 

Meski begitu, cadangan devisa yang saat ini tercatat USD 138 miliar ini bisa menjadi bantalan bila aliran dana asing kembali kabur.

"Kalau terjadi dana kabur (penarikan aliran dana asing atau outflow), kita pakai cadangan devisa buat intervensi pasar valas," kata Perry. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Linda Teti Cordina Reporter: Mia Kamila

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co