GenPI.co - Pelemahan indeks harga saham gabungan kembali terjadi hari ini. Padahal, kemarin IHSG mampu menguat, setelah sebelumnya 7 hari turun tanpa putus.
IHSG pada penutupan perdagangan Selasa (2/2/2021) turun 23,7 atau 0,39 persen menjadi 6.043,84.
BACA JUGA: Aksi Beli Perak Bayangi Pasar Dunia, Harga Emas Antam Turun Tipis
Gerak IHSG:
2 Februari: 6.043
1 Februari: 6.067
29 Januari: 5.862
28 Januari: 5.979
27 Januari: 6.109
Indeks melemah di saat investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 542 miliar.
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan sejumlah sentimen melemahkan IHSG pada hari ini.
Pertama, kinerja data-data inflasi Indonesia yang masih di bawah ekspektasi pasar.
BACA JUGA: Wong Solo Milenial, Buat Tempe Kreatif di Bali, Pelanggannya Bule
Kedua, perpanjangan masa PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) oleh pemerintah.
“(Ketiga), market menanti program vaksinasi massal dari pemerintah,” kata analis saham Nafan kepada GenPI.co, Selasa (2/2/2021).
Keempat, pasar menunggu stimulus dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden
Kelima, kebijakan lockdown dari beberapa negara.
Keenam, proyeksi preliminary GDP Uni Eropa yang mendekati minus 0,9 persen.
BACA JUGA: Prediksi IHSG Pekan Depan: Saham ADRO dan TBIG Direkomendasi
“(Ketujuh), market juga menanti hasil GDP Indonesia. Bayang-bayang resesi masih menghantui para pelaku investor,” ujar Nafan.
Berikut pergerakan saham LQ 45 yang harganya paling melejit (top gainer) dan menjadi jawara hari ini, dan saham top loser pada penutupan perdagangan Selasa (2/2/2021):
Saham top gainer
MIKA 3.200, +9,59
AKRA 3.240, +8,00
BBTN 1.740, +3.88
HMSP 1.405, +3,31
ICBP 9.500, +2,98
Saham top loser
PTPP 1.670, -6,96
ANTM 2.420, -6,92
TBIG 2.520, -6,67
MDKA 2.630, -6,07
INCO 5.900, -5,60 (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News