GenPI.co - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di awal perdagangan pekan yang pendek ini, ditutup menguat di saat rilis data ekonomi dalam negeri yang glowing.
Diketahui dalam perdagangan sepekan ini, terdapat 3 hari libur. Dengan begitu transaksi dalam sepekan ini hanya berlangsung selama dua hari.
IHSG pada penutupan perdagangan Selasa (18/8/2020), naik 47,48 atau 0,9 persen menjadi 5.295,17.
BACA JUGA: Logam Dunia Meroket, Harga Emas Antam Sontak Fly to The Moon
Berikut gerak IHSG:
18 Agustus: 5.295
14 Agustus: 5.247
13 Agustus: 5.239
12 Agustus: 5.233
11 Agustus: 5.190
10 Agustus: 5.157
IHSG menguat, di saat investor asing lanjut aksi beli bersih (net buy).
BACA JUGA: Diterpa Pandemi, Ini Pesan Direktur BRI agar UMKM Fesyen Bertahan
Berikut transaksi saham investor asing:
18 Agustus: Net buy Rp 128 miliar
14 Agustus: Net buy Rp 127 miliar
13 Agustus: Net buy Rp 281 miliar
12 Agustus: Net buy Rp 142 miliar
11 Agustus: Net sell Rp 704 miliar
10 Agustus: Nett sell Rp 477 miliar
“Market mengapresiasi kinerja current account Indonesia Q2 yang hanya defisit USD 2,9 miliar dari (defisit) USD 3,7 miliar pada perilisan Q1,” kata Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama kepada GenPI.co, Selasa (18/8/2020).
Ia juga mengemukakan kalangan investor juga mengaresiasi data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini.
“Kinerja neraca perdagangan Indonesia per Juli mengalami peningkatan surplus menjadi USD 3,26 miliar dari surplus USD 1,25 miliar pada perilisan bulan sebelumnya,” ujar Nafan.
BPS melansir neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2020 dengan surplus mencapai USD 3,26 miliar dolar AS, dengan total nilai ekspor USD 13,73 miliar d dan nilai impor USD 10,47 miliar.
“Surplus ini jauh lebih besar dibandingkan surplus pada Juni 2020 dan juga jauh lebih besar dibandingkan Juli 2019,” kata Kepala BPS Suhariyanto dikutip dari Antara.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia pada kuartal II/2020 menurun.
Defisit transaksi berjalan kuartal II/2020 tercatat USD 2,9 miliar atau 1,2 persen dari PDB, lebih rendah dari defisit pada kuartal sebelumnya yang sebesar USD 3,7 miliar atau 1,4 persen dari PDB.
Berikut pergerakan saham LQ 45 yang harganya paling melejit (top gainers) dan menjadi jawara hari ini, serta saham yang harganya tertekan (top losers) pada penutupan perdagangan Selasa (18/8/2020):
Saham top gainer (rupiah/saham, persentase kenaikan):
SRIL 228, +16.33
WIKA 1.285, +8.44
CTRA 715, +7.52
MNCN 935, +6.25
BBRI 3.520, +5.39
Saham top loser (rupiah/saham, persentase penurunan):
TBIG 1.250, -1.96
SCMA 1.190, -1.65
EXCL 2.520, -1.18
INDF 7.250, -1.02
BBCA 31.800, -0.70 (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News