Pengusaha Warteg Ini Mampu Raup Omzet Rp 2 Juta/Hari Saat Pandemi

14 Agustus 2020 16:20

GenPI.co - Usaha kuliner memang tak ada matinya. Setiap hari selalu ada inovasi menu-menu baru, termasuk untuk olahan makanan rumah.

Hal itulah yang menguatkan tekad Nelam Sari Tanjung (31) untuk membuka warung makan khas Medan di Blok M, Jakarta Selatan. 

BACA JUGAPengusaha Travel Ini Sebut Krisis Akibat Covid-19 Paling Parah!

Usaha yang mulai dirintis sejak akhir 2019 awalnya berjalan sukses, tetapi ia mengalami sedikit pukulan saat memasuki masa pandemi covid-19.

Ia pun tak kehabisan akal untuk membuat warungnya tetap berjalan. Walhasil wanita 31 tahun ini mulai menjual masakannya melalui layanan antar aplikasi daring.

Tak tanggung-tanggung, melalui hasil ponjualan online ini, ia bisa meraup untung besar. Bahkan menyentuh angka jutaan setiap hari.

“Sekarang sehari bisa Rp 1,5 sampai Rp 2 juta, kalau sebelumnya cuma Rp 1 juta," ungkap Nelam belum lama ini.

Untuk mencapai titik ini, Nelam rupanya harus melalui sederet perjuangan. Demi mewujudkan cita-cita menjadi pengusaha kuliner, ia rela melepas karir 8 tahun di perbankan.

Bersama sang Ibu, Nelam merintis usaha warung pertamanya bernama Warung Anak Medan.

Warung tersebut menyajikan berbagai olahan masakan rumahan khas Sumatera Utara dan Nusantara yang tentunya sangat menggoyang lidah.

Selama kurang lebih setahun mengembangkan bisnisnya, Nelam kerap kali harus berkutat dengan berbagai tantangan, di antaranya pengelolaan, pembukuan dan strategi pengembangan bisnis kedepannya. 

“Sebagai orang yang baru memulai bisnis, saya tidak memiliki pengalaman mengelola bisnis sehari-hari. Kadang ragu karena tidak ada validasi apakah usaha saya ini memang bertumbuh." imbuhnya.

Namun, akhirnya pengalaman bekerja di perbankan sedikit banyak membuatnya mengerti pentingnya pencatatan transaksi dalam sebuah usaha, untuk menghitung untung rugi dan besarannya.

Selain itu, seiring perkembangan teknologi, pemesanan makanan online dan pembayaran non-tunai pun turut berkontribusi besar pada perkembangan bisnis Nelam. 

Terlebih, pada masa sulit pandemi covid-19 seperti saat ini. Kekhawatiran akan transmisi virus lewat media uang tunai membuat banyak konsumen Nelam saat lebih memilih untuk melakukan transaksi lewat pembayaran non-tunai. 

Nelam juga memaksimalkan fitur katalog produk dengan memasukkan menu makanan yang ia jual untuk pencatatan penjualan.

Dengan adanya semua teknologi ini, ia menjadi lebih mudah menganalisa perkembangan bisnisnya karena laporan harian akan dikirimkan otomatis lewat pesan WhatsApp. 

Kini, di masa pandemi ia tetap mengutamakan kesehatan dan pelayanan untuk para pelanggan setia.

BACA JUGAKebab Turki Baba Rafi: dari Pakai Gerobak Sampai Ada di 9 Negara

Mulai dari menggunakan masker, sarung tangan dan menjaga kebersihan makanan sebelum hingga sampai ke tangan konsumen.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Irwina Istiqomah Reporter: Hafid Arsyid

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co