Transaksi E-commerce Meroket, Tren Belanja Online Tumbuh Positif

07 Agustus 2020 12:10

GenPI.co - Peningkatan jumlah rata-rata transaksi e-commerce per bulan dari kuartal pertama menuju kuartal terakhir pada 2019 menunjukkan kepercayaan dan kenyamanan yang semakin mendalam terhadap e-commerce.

Puncak peningkatan ini terjadi pada bulan Desember 2019 dengan jumlah transaksi lebih besar 22% daripada rata-rata jumlah transaksi bulanan.

BACA JUGAAktivitas Online Lebih Mudah dengan Paket Khusus dari XL Axiata

Demikianlah salah satu temuan utama riset terbaru Kredivo dan Katadata Insight Center yang bertajuk “Perilaku Konsumen E-commerce Indonesia".

Peningkatan kepercayaan dan kenyamanan dalam berbelanja online ini juga membuat konsumen merasa lebih yakin saat bertransaksi dalam nominal besar.

Hal ini terlihat dari rata-rata nilai transaksi yang meningkat dari 2018 ke 2019 di hampir semua 13 kategori produk seperti komputer dan aksesorinya. 

Riset yang dilakukan guna mengetahui gambaran mendalam terkait dengan tren dan perilaku konsumen online ini.

Pemanfaatan data primer sampel transaksi dari enam pemain e-commerce terbesar Indonesia dipercaya bisa memberikan gambaran langsung mengenai industri e-commerce Tanah Air.

General Manager Kredivo Indonesia, Lily Suriani mengatakan, adaptasi kebiasaan baru dengan berbagai perubahan perilaku masyarakat menuntut pelaku bisnis terus memahami tren dan perilaku konsumen, baik itu sebelum maupun saat pandemi. 

"Kami percaya dengan adanya riset ini akan memberikan manfaat  bagi strategi bisnis para mitra e-commerce seiring dengan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi dalam berbelanja online, termasuk menggunakan pembayaran digital," tuturnya.

Lebih lanjut, tren positif kepercayaan tersebut juga berlanjut ke semester pertama tahun 2020.

Data internal Kredivo mencatat peningkatan frekuensi pembelian di e-commerce yang terus berlanjut, khususnya pada barang-barang kebutuhan pokok. 

Selain pergeseran kebiasaan masyarakat dari transaksi offline menjadi transaksi online dan peningkatan adopsi digital, hal ini menandakan bahwa masyarakat tetap percaya pada e-commerce meskipun di tengah situasi menantang saat ini.

Di sisi lain, riset juga menemukan bahwa potensi pertumbuhan e-commerce di luar Jawa cukup baik meski jumlah dan nilai transaksi e-commerce Indonesia masih terkonsentrasi di Jawa.

Sebagai contoh di level kota, beberapa kota besar di luar Jawa memiliki konsumen e-commerce yang cukup banyak, seperti Medan, Palembang, dan Denpasar. 

Pertumbuhan e-commerce di luar Pulau Jawa Ini juga menjadi sinyal baik bagi inklusi digital. Di mana penetrasi internet, daya beli, dan upah minimum regional (UMR) menjadi daya dorong utama dalam peningkatan transaksi digital per populasi.

BACA JUGATransformasi Warung Jadi Titik Pembayaran Belanja Online

"Ini juga menunjukkan peluang peningkatan inklusi finansial akibat penggunaan teknologi keuangan dalam bertransaksi digital seiring penetrasi e-commerce yang lebih luas ke seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Irwina Istiqomah

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co