Harga Emas Diprediksi Pekan Depan Betah di Level Puncak, Kenapa?

03 Mei 2020 16:17

GenPI.co - Setelah harga emas sempat meninggalkan level puncak di tengah pandemi virus corona (covid-19) pada Kamis pekan lalu, ternyata cuma sehari. 

Pada penutupan perdagangan Jumat (1/5/2020) emas naik USD 6,7 atau 0,4 persen dan kembali menembus USD 1.700,9 per troy ounce.

Bagaimana prediksinya pekan depan?

BACA JUGA: Selamat Datang Kembali Harga Puncak Emas, Ini Lho Penyebabnya!

“Pada Senin kemungkinan harga emas masih di atas USD 1.700. Ada informasi terbaru kemungkinan besar Amerika akan terapkan tarif perang dagang pada China akibat virus corona. Karena Trump yakin virus corona dari China,” kata Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim kepada GenPI.co, Minggu (3/5/2020).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam mengenakan tarif baru terhadap China, yang dinilai mengisyaratkan kebangkitan kembali perang dagang antara dua negara dengan perekonomian raksasa tersebut.

BACA JUGA: Bahagia! PLN Beri Token Gratis 6 Bulan, R1 Akses Www.pln.co.id

Trump mengatakan pada Kamis (30/4/2020) bahwa perjanjian dagangnya dengan China sekarang menjadi kepentingan sekunder untuk pandemi virus corona. 

Ia mengancam tarif baru untuk China, ketika pemerintah AS membuat langkah-langkah pembalasan atas wabah covid-19 tersebut.

Selain itu, ujarnya, Bank Sentral Eropa juga telah menyiapkan 1,1 triliun euro untuk digelontorkan pada bank sentral negara anggota berupa pinjaman yang lebih lunak. Adapun 500 miliar euro untuk membantu negara di Uni Eropa yang terdampak parah.

Adanya gelontoran uang, juga bisa mendorong penguatan harga emas.

“Bisa saja harga emas USD 1.800 minggu depan akan tercapai. Karena USD 1.800,angka (tertinggi) terakhir. Setelah itu akan terkoreksi,” prediksi Ibrahim.

Berikut gerak emas Comex kontrak Juni 2020 (USD/troy ounce):

1 Mei: 1.700
30 April: 1.694
29 April: 1.713
28 April: 1.722
27 April: 1.723
24 April: 1.735
23 April: 1.745
22 April: 1.738
21 April: 1.687 (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Linda Teti Cordina

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co