GenPI.co - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto menyampaikan bahwa Bank Indonesia siap melakukan langkah sinergis dan kolaboratif dengan segenap mitra strategis untuk memperkuat pengendalian inflasi dan pengembangan ekonomi daerah.
Jawa Barat merupakan provinsi strategis bagi perekonomian nasional, dengan dominasi sektor industri pengolahan dan jumlah penduduk yang relatif besar.
BACA JUGA: Dukung Ekonomi Digital, Menkominfo Bertolak ke Swiss
"Jawa Barat menghadapi tantangan yang tidak mudah antara lain karena dampak kondisi perekonomian global yang dirasakan langsung oleh Jawa Barat," katanya di Bandung, Jumat (7/2/2020).
Hal ini terlihat dari perlambatan yang cukup dalam pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dari 5,66% (yoy) di tahun 2018 menjadi 5,07% (yoy).
Momentum perbaikan ekonomi global saat ini karena meredanya tensi perang dagang AS-China perlu dimanfaatkan agar Jawa Barat dapat tumbuh lebih baik di tahun 2020, meskipun potensi risiko perlu terus diwaspadai, antara lain dampak negatif penyebaran virus Corona.
Ke depan, kegiatan pengendalian inflasi Jawa Barat perlu terus diperkuat, meskipun pencapaian inflasi tahun 2019 relatif terkendali sebesar 3,21%.
Berbagai program inovasi pengendalian inflasi daerah perlu disinergikan, di samping peningkatan awareness inflasi seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.
Selanjutnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 dan tahun-tahun berikutnya, Bank Indonesia memandang bahwa upaya menjaga kinerja industri manufaktur perlu diprioritaskan agar kinerja ekspor dapat ditingkatkan.
Upaya ini dilakukan dengan terus menciptakan iklim usaha yang kondusif, memperluas pasar ekspor produk industri manufaktur, serta mendorong industri kreatif.
Selain itu upaya mendorong investasi dan memperkuat daya beli masyarakat perlu dilanjutkan.
Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong investasi melalui West Java Investment Summit, mengembangkan UMKM melalui gelaran Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan WUBI (Wirausaha Bank Indonesia).
BACA JUGA: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Lanjut Lemas
Di samping itu Bank Indonesia terus mengakselerasi transaksi sistem pembayaran melalui implementasi program QR Code Indonesian Standard (QRIS). (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News