Virus Corona Buat Pasar Ingat Peristiwa 2002, Kurs Tengah Melemah

22 Januari 2020 13:04

GenPI.co - Kurs tengah rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada hari ini, tapi tetap masih bertahan di bawah Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada Rabu (22/1/2020), kurs tengah Bank Indonesia (BI) melemah Rp 20 atau 0,14 persen menjadi Rp 13.678/USD.

Dikutip dari laman BI, kurs jual satu dolar AS pada hari ini adalah Rp 13.746/USD dan kurs beli Rp 13.609/USD, hingga diperoleh kurs tengah BI Rp 13.678/USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengemukakan kurs tengah rupiah melemah, disaat pasar uang ikut merespons wabah virus corona.

BACA JUGA: Virus Corona Pukul Global, Harga Emas Antam Mundur dari Level Ini

"Pasar  mencoba untuk menilai risiko wabah virus corona baru di China mengganggu ekonomi negara dan mitra dagang,” kata Ibrahim kepada GenPI.co, Rabu (22/1/2020).

Ia mengemukakan virus yang menyebabkan penyakit pneumonia, telah menyebar ke sejumlah kota di China termasuk Beijing dan Shanghai.

Wabah virus corona juga dilaporkan menjangkiti warga di luar China, termasuk Amerika Serikat.

Virus corona, ujarnya, membangkitkan ingatan pasar akan kejadian tahun 2002/2003. Saat itu terjadi wabah Sindrom Pernafasan Akut (SARS) yang menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia, dan menyebabkan penurunan tajam dalam pariwisata di Asia.

BACA JUGA: Akibat Wabah Virus Corona, Harga Emas Ikut Meriang!

“Di samping itu wabah SARS menyebabkan kemerosotan ekonomi besar-besaran di Hong Kong dan Singapura sekitar delapan minggu melalui penurunan pariwisata, pandemi memiliki dampak terbatas pada rantai pasokan di Asia,” papar analis Ibrahim. (*)


 
Kurs tengah BI pada Rabu (22/1/2020) menjadi Rp 13.678/USD (grafik: BI)


Simak video berikut ini:
 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Linda Teti Cordina
kurs tengah   rupiah   dolar   bi   virus corona  

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co