GenPI.co - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat menyatakan cita rasa kopi asal Jawa Barat (Jabar) telah diakui oleh pasar Internasional.
Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong industri kopi supaya meluaskan jaringan yang menyasar pangsa pasar dunia menggunakan brand kopi Jawa Barat.
Namun yang menjadi pekerjaan rumah, selama ini dunia masih belum mengetahui jika kopi berkualitas bagus itu berasal dari Jawa Barat.
"(Pasar Internasional) mereka mengakui bila kopi dari Jabar memiliki kualitas cukup tinggi. Sehingga kami mendorong agar produk kopi ini, memiliki jejaring dan menggarap pasar dunia," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat M Arifin Soendjayana pada acara pembukaan West Java Specialty Coffee Festival (WJSCF) 2019 di Kota Bandung, Jumat (1/10).
BACA JUGA: Kasus Lem Aibon Bukti Mafia Anggaran Gentayangan di DKI Jakarta?
Pihaknya mengakui, peluang kopi Jawa Barat yang akrab disebut Java Preanger telah mendunia dan cita rasa kopi asal Jabar telah diakui di pasar internasional.
Menurut dia, kopi Jawa Barat telah menyumbang volume ekspor kopi Indonesia ke mancanegara tapi belum memiliki data pasti volume kopi Jabar yang masuk pasar ekspor.
Dia mengatakan mayoritas ekspor kopi dari Jawa Barat pada produk berkualitas tinggi.
BACA JUGA: Pak Kapolri Kok Berkelit Saat Ditanya Kasus Novel Baswedan?
Oleh karena itu dengan digelarnya acara WJSCF pada 1-2 November 2019 diharapkan bisa menjadi media untuk mempertemukan pengusaha kopi Jawa Barat dengan pasar Internasional.
Pada acara tersebut, kata Arifin pihaknya menggandeng Specialty Coffee Association of Indonesia dan Asean Coffee Federation (ACF).
"Acara ini menjadi ajang kolaborasi antar pengusaha kopi, khususnya yang specialty. Perwakilan dari Singapura dan Malaysia hadir di sini. Harapannya, jejaring pengusaha kopi di Jabar bisa ke tingkat Internasional," katanya.
BACA JUGA: Pemekaran Papua Mendapat Penolakan dari MRP, Ini Kata Pak Jokowi
Sementara itu, Ketua Dewan Kopi Indonesia Anton Apriyantono menambahkan secara kualitas kopi Jawa Barat telah memiliki reputasi di mata dunia tapi seiring upaya meningkatkan pasar, produktivitas kopi Jawa Barat harus ditingkatkan.
"Menurut saya acara seperti ini upaya bagus untuk kembalikan dan kembangkan kopi Jawa Barat dan kami mendukung upaya ini. Apalagi di Jawa barat ada pengusaha eksportir, kita bisa kolaborasikan itu," kata Anton.
Menurut Anton dari sekitar 600.000 hingga 700.000 produksi kopi nasional, sekitar 60 persen telah masuk pasar ekspor dengan komposisi produksi kopi Robusta hampir 70 persen.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News