GenPI.co— Harga emas di pasar global dalam sepekan mampu bertahan di atas USD1.500 per troy ounce.
Kondisinya tidak seperti sepekan sebelumnya, emas sempat meluncur ke bawah level tinggi atau topnya, yaitu di bawah USD1.500 per troy ounce.
Baca juga:
Nyaris Sepekan IHSG Tertekan, Bagaimana Gerak Indeks Minggu Depan
Perang Dagang AS-China Panas Lagi, Emas Antam Langsung Mantul
Berikut pergerakan emas Comex dalam sepekan (USD/troy unce):
20 September: 1.515
19 September: 1.506
18 September: 1.515
17 September: 1.513
16 September: 1.511
13 September: 1.499
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengemukakan Emas dalam sepekan ini masih dibayangi keberlanjutan perang dagang Amerika Serikat-China.
Terakhir, di penutupan perdagangan Jumat atau Sabtu pagi, emas menguat signifikan, setelah pejabat pertanian China yang akan mengunjungi wilayah pertanian AS membatalkan perjalanan mereka.
Pada penutupan perdagangan Jumat atau Sabtu pagi, harga emas Comex naik USD8,9 atau 0,59 persen ke USD1.515,1 per troy ounce.
Pembatalan itu terjadi hanya sekitar satu jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak tertarik pada kesepakatan hanya dengan China. Trump ingin kesepakatan dengan seluruh negara di Asia, sehingga pembelian produk pertanian Amerika meningkat.
Padahal, pejabat AS dan China akan mengadakan negosiasi di pertemuan tingkat tinggi di agenda yang sudah diadwalkan pada 10 Oktober 2019.
Selain itu, emas sepekan ini ikut terimbas aksi bank sentral di berbagai negara yang memangkas suku bunga acuan, diantaranya Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve).
“Emas juga dipengaruhi situasi geoolitik di Timur Tengah,” kata Ibrahim.
Video seru hari ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News