Mama Tanya Apa Aset Kripto, Jawaban Mendag Curi Perhatian

18 Juni 2021 07:30

GenPI.co - Ternyata tidak semua orang pada saat ini mengenal apa itu mata uang kripto (cryptocurrency).

Meski pada saat ini, mata uang digital tersebut makin hit, dan kian banyak investor yang memilih aset yang harganya sangat fluktuatif ini.

Salah satu yang belum paham benar soal Bitcoin Cs tersebut adalah ibunda dari Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi

BACA JUGA:  Tok! Kripto Catatkan Sejarah Baru di Dunia

"Ketika saya ditanya sama mama, 'apa sih Mas itu aset kripto itu?'. Jadi itu juga sesuatu menerangkan yang sangat sulit,” kata Mendag dalam acara Mengelola Demam Aset Kripto, yang diselenggarakan Kompas, Kamis (17/6/2021).

Jawaban yang diberikan Mendag pun begitu lugas, dan mencuri perhatian.

BACA JUGA:  Pencinta Kripto, Ada Kabar Penting dari Gubernur BI, Simak Ya

Dia memberikan gambaran ketidaktahuan sejumlah orang akan kripto saat ini, sama halnya seperti ketika uang kertas diperkenalkan.

“Kalau kita melihat sejarah, sebenarnya aset kripto atau mata uang kripto ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan uang kertas ketika pertama kali diperkenalkan," ungkap Lutfi.

BACA JUGA:  Bitcoin Fly To The Moon, Bos Indodax Sebut 2 Pendongkrak Utama

Awalnya, uang kertas diilustrasikan sebagai bagian aset yang ditaruh di tempat ketga.

Sejalan dengan waktu, kemudian menjadi suatu kerpercayaan.

“Bagian daripada interaksi perekonomian suatu negara. Terutama (dolar Amerika Serikat) di awal tahun 1970-an," jelasnya.

Kini uang kertas, ujarnya, menjadi sangat utama dalam mediasi pembayaran.

“Amerika bilang bagian dari yang kita lakukan secara kepercayaan,” kata Mendag Lutfi.

Mendag mengatakan pertumbuhan ekonomi kripto sangat tinggi.

Dari catatannya, jumlah pemain kripto pada 2020 sebanyak 4 juta orang. Sampai Mei 2021, pemain aset ini tumbuh menjadi 6,5 juta orang.

Sementara itu transaksi kripto pada tahun 2020 sebesar Rp 65 triliun. Pada lima bulan pertama 2021 sudah tumbuh menjadi Rp 370 triliun.

“Ini suatu dinamika yang Kemendag juga mesti melihat bagian ini sebagai opportunity,” kata Lutfi. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Linda Teti Cordina

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co