Warga Cangkringan Temukan Susunan Batu Diduga Bagian Dari Candi

03 April 2019 09:56

GenPI.co— Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta menduga ada candi di Dusun Duwet yang satu zaman dengan Candi Kalasan. Makin banyak batu ditemukan warga di tempat ini.

Dusun Duwet berada di Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

"Di Dusun Duwet, kemungkinan ada candi. Biasanya candi-candi itu dibangun di dekat sumber air. Di tempat-tempat yang subur," kata Kepala Unit Penyelamatan, Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Muhammad Taufik, Rabu (3/4).

Meski ada indikasi awal di lokasi itu ada candi, BPCB belum berencana melakukan penggalian. 

Taufik mengatakan BPCB Yogyakarta sudah mendokumentasikan semua temuan warga, dan merekam titik koordinatnya.

"Di lokasi sudah dibikin kolam warga, kemarin kami minta untuk ditimbun saja," kata Taufik.

Dia menjelaskan penimbunan kembali merupakan bagian dari upaya pelestarian, karena kalau bebatuan itu dipindahkan ke lokasi lain benda tersebut akan keluar dari konteks ceritanya.

"Kalau keluar konteks nanti tidak bisa diceritakan, tidak ada runutannya," katanya.

Taufik mengatakan jika memang di lokasi itu pernah berdiri candi, ukurannya kemungkinan tidak akan jauh berbeda dengan Candi Kalasan atau Candi Kedulan.

"Sedangkan perkiraan pembangunan pada abad tujuh sampai delapan Masehi, satu zaman dengan candi-candi di wilayah Sleman Timur. Kemungkinan candi Hindu," katanya.

Saat menggali tanah, warga di Dusun Dawit sering menemukan sejumlah batu sepanjang 20-50 sentimeter. 

Beberapa diantaranya, bahkan ditemukan tersusun rapi seperti sisa bangunan candi yang sudah lama terpendam di Dusun Duwet.

Baca juga: Ternyata Begini Cara Nenek Moyang Bertahan Hidup di Candi

"Ada susunan batu yang berjejer rapi seperti sudut bangunan," kata warga Dusun Duwet Sartono (62) di lokasi penemuan batu, Rabu.

Sampai saat ini, menurut dia, ada sekitar 20 batu yang diduga bagian dari candi tergeletak begitu saja. Beberapa di antaranya ada di saluran air.

"Walaupun sudah ada yang pecah, namun ukiran yang biasanya ditemukan pada batuan candi masih jelas terlihat," katanya.

Sartono menduga masih banyak batu-batu serupa batu penyusun candi yang tertimbun di Dusun Duwet, termasuk di sekitar rumahnya.

"Dulu mau saya jadikan pondasi kolam, karena tidak boleh akhirnya tidak jadi saya gunakan. Alasannya karena peninggalan sejarah," katanya.

Namun Sartono mengaku keberatan kalau penggalian di lakukan di area kolam ikan miliknya, untuk mengetahui kemungkinan adanya sisa candi pada masa lalu, Karena keberadaannya belum bisa dipastikan. (ANT)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Linda Teti Cordina
candi   sleman   cangkringan   batu   yogyakarta  

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co