Memperingati hari jadi Kota Sumedang, Jawa Barat, event budaya Kirab Panji Karaton Sumedang Larang, siap digelar. Kegiatan ini akan dilakukan 20-21 April 2019. Berikut alasan digelarnya event budaya ini:
Mempertingati hari jadi Sumedang
Kirab Panji Keraton ini digelar sekaligus memperingati hari jadi Sumedang yang ke-441. Merupakan momen refleksi perjalanan sejarah Sumedang yang digelar rutin setiap tahunnya dan memelihara tradisi budaya Keraton Sumedang Larang sebagai pelanjut Kerajaan Pajajaran.
“Tujuannya, menuju rekonstruksi keraton dan revitalisasi Keraton Sumedang Larang,” kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung.
Melestarikan budaya Sumedang
Kirab Panji dan Mahkota Karaton Sumedang Larang ini dimaksudkan untuk melakukan refleksi terhadap setiap langkah pergerakan Sumedang dalam alur peristiwa yang pernah terjadi dimasa lampau.
Nantiny kirab bakal diikuti oleh ratusan peserta. Terdiri dari 7 Umpak Mandala Raja Keraton Sumedang Larang, Bupati Sumedang, unsur muspida, semua paguyuban budaya dan padepokan pencak silat serta rurukan adat yang ada di Kabupaten Sumedang.
"Kirab juga diisi dengan prosesi serah terima Panji Keraton Sumedang Larang. Hal tersebut dilakukan secara estafet, di setiap kantor kecamatan yang dilalui," ujar Adella.
Napak tilas sejarah
Nantinya, akan ada napak tilas helaran Kirab Panji, dengan mengusung panji Kebesaran Sumedang Larang yang di antaranya adalah menyusuri tapak-tapak leluhur Sumedang.
"Kalau napak tilas Helaran Mahkota, dengan mengusung Mahkota Binokasih dengan rute dari Kutamaya (Situs Hanjuang), Kecamatan Sumedang Utara (Tegalkalong), dan Bale Agung Srimanganti Karaton Sumedang Larang," tambahnya.
Rute yang akan diambil di kantor kecamatan darmaraja, kecamatan Cisitu, Kecamatan Situraja, Kecamatan Ganeas, Kecamatan Sumedang Utara dan baru berakhir di Kompleks Karaton Sumedang Larang (Bale Agung Srimanganti Sumedang).
Rombongan kirab panji akan bertemu dengan rombongan besar Helaran Keraton Sumedang Larang. Rombongan akan disambut meriah ribuan warga dan wisatawan yang memenuhi area Komplek Gedung Negara Pemkab Sumedang.
Meningkatkan perekonomian warga
Event besar ini tentunya akan ramai oleh warga dan wisatawan. Ini merupakan sebuah berkah bagi mereka penjaja kuliner yang berjualan di area kirab. Begitu juga para pedagang kaki lima yang menjajakan aneka kerajinan atau mainan anak-anak.
“Ini merupakan fungsi dari pariwisata. Bayangkan jika hanya 500 wisatawan yang berbelanja dan satu orang membelanjakan Rp 100 ribu, sudah ada Rp 50 juta uang berputar di acara tersebut,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani.
Mengembangkan pariwisata setempat
Kepala Bidang Pemasaran Area I Area Jawa, Wawan Gunawan menambahkan, atraksi-atraksi budaya seperti ini harus rutin digelar di Sumedang. Sehingga potensi Sumedang akan makin terekspose oleh media. Pertumbuhan pariwisata Sumedang pun bisa makin cepat berkembang.
“Kalau berbicara potensi, Sumedang tidak ada habisnya. Tinggal sekarang konsistensi dari seluruh stakeholder pariwisatanya untuk terus berkomitmen membangun pariwisata Sumedang. Contohnya dengan prosesi Kirab Panji Helaran Keraton Sumedang Larang ini,” ucap Wawan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News