GenPI.co - Indonesia tentu bisa mengambil pelajaran dari penyelenggaran pemilu yang dilakukan oleh negara lain, seperti pemilihan presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) yang diselenggarakan pada Selasa (3/11/2020) waktu setempat.
Pengamat politik luar negeri sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Makarim Wibisono melihat ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik oleh bangsa Indonesia.
BACA JUGA: Pilpres AS, 100 Ribu Orang Terifeksi Corona
Salah satunya adalah penyelenggaraan pemilu yang terbuka.
“Pemilu di sana sangat terbuka, ini bisa jadi contoh demokrasi yang baik,” kata Makarim kepada GenPI.co.
Selain itu, Makarim juga mengapresiasi penyelenggaraan pemilu AS yang memanfaatkan jasa pos.
Menurut dia, cara ini menjadi alternatif penyelenggaraan pemilu yang aman di tengan pandemi covid-19.
“Kalau sekarang banyak yang pakai pos sehingga bisa mengurangi kerumunan orang,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, teknik pemungutan suara melalui pos juga memiliki kelemahan.
Sebab, pemungutan suara dengan cara ini cukup rentan terhadap kecurangan.
“Kemungkinan untuk mengalihkan atau menukar kotak atau surat suara itu bisa terjadi,” jelas Makarim.
Selain itu, pelajaran lainnya yang bisa diambil dari Pilpres Amerika Serikat adalah penyelenggaraan debat calon presiden dan wakil presiden yang tertib.
Meskipun sempat terjadi kekacauan pada debat pertama, Makarim mengapresiasi penyelenggaraan debat berikutnya yang memanfaatkan teknologi agar peserta lebih tertib.
“Kalau kandidat ngotot berbicara melewati batas waktu, suaranya tidak akan terdengar,” tutur Makarim.
BACA JUGA: Donald Trump vs Joe Biden, Bagaimana Bila Pilpres Seri?
Lebih lanjut, Makarim menyarankan, agar masyarakat dan pihak penyelenggara pemilu di Indonesia bisa mengambil pelajaran yang baik dari penyelenggaraan pemilu di Amerika Serikat. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News