GenPI.co - Berita top 5 hari ini berisi antara lain tentang demo buruh, reshuffle kabinet, Jokowi, dan Moeldoko
1. 5 Menteri Kena Reshuffle
Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti mendapatkan bocoran dari internal pemerintah ada lima nama menteri yang bakal dicopot Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat.
Mereka di antaranya ialah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar dan Menteri Agama Fachrul Razi.
Ada juga Menko Marves Luhut B. Pandjaitan, Mensos Juliari Batubara, Mendikbud Nadiem Makarim, dan Menhub Budi Karya Sumadi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid lebih memercayakan kepada Presiden Joko Widodo terkait reshuffle.
"Kami yakin itu info yang salah. Soal reshuflle kami percaya hanya dari Presiden saja, sebab itu kewenangannya," ucap Jazilul di Jakarta, Selasa (27/10).
Disinggung mengenai Presiden Jokowi yang didesak untuk segera melakukan reshuffle, Jazilul meminta agar jangan ada pihak-pihak yang menekan Kepala Negara untuk merombak kabinetnya.
"Presiden tidak usah ditekan-tekan. Presiden lebih tahu kapasitas dan kinerja menterinya," imbuhnya.
BACA SELENGKAPNYA: Reshuffle Makin Dekat, 5 Menteri Bakal Dicopot, Nih Daftarnya
2. Demo Besar-besaran Buruh Batal
Serikat buruh dan pekerja mendadak meralat waktu demonstrasi terkait penolakan UU Cipta Kerja.
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, jika UU Cipta Kerja ditandatangani presiden, KSPI dan beberapa serikat buruh akan melakukan aksi.
Ancaman demo besar-besaran ini rencananya diubah dari tanggal 1 November menjadi 2 November 2020.
Gerakan serentak nasional ini akan dipusatkan di Mahkamah Konstitusi dan Istana.
"Sebelumnya saya mengatakan tanggal 1 November 2020. Ternyata tanggal satu adalah hari Minggu, jadi yang benar adalah 2 November, hari Senin," ujar Said Iqbal dalam keterangan resminya, Senin (26/10).
KSPI memperkirakan, Jokowi akan menanda tangani UU Cipta Kerja dan penomorannya paling lambat 28 Oktober.
Karena itu, serikat buruh akan menyerahkan berkas judicial review ke Mahkamah Konstitusi pada tanggal 2 November 2020 untuk meminta Presiden mengeluarkan Perppu.
BACA SELENGKAPNYA: Mendadak Pentolan Buruh Meralat Soal Demo Besar-besaran
3. Alarm Hati-hati Perancis Menyala
Alarm Perancis menyala. Sinyal kehati-hatian dalam mode on. Warganya yang berada di Indonesia dan negara mayoritas muslim lainnya meningkatkan kewaspadaan.
Itu menyusul meningkatnya kemarahan atas dipublikasikannya kembali kartun Nabi.
Hal lainnya dipicu pernyataan kontroversial Presiden Perancis Emmanuel Macron.
Kementerian Luar Negeri Perancis langsung mengeluarkan nasihat keselamatan.
Warga yang berada di Turki, Irak, Bangladesh, Mauritania termasuk Indonesia diminta hati-hati.
Mereka diminta menjauh dari protes apa pun atas kartun tersebut. Termasuk, menghindari pertemuan publik.
“Direkomendasikan untuk melakukan kewaspadaan terbesar, terutama saat bepergian, dan di tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan atau komunitas ekspatriat,” tuis Kemlu Perancis seperti dikutip Reuters, Rabu (28/10/2020).
BACA SELENGKAPNYA: Alarm Hati-hati Perancis Menyala, Katanya Indonesia…
4. Alasan Istana Mati-matian Bela UU Cipta Kerja
Banyaknya penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja ternyata tak membuat Istana goyah.
Malahan, Istana mati-matian membela terbitnya Undang-undang ini sebagai wujud janji kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko blak-blakan mengatakan, kebijakan tersebut adalah perwujudan janji Jokowi untuk memaksimalkan potensi demografi Indonesia.
Bahkan, Moeldoko membantah tudingan yang menyatakan bahwa Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja melenceng dari janji kampanye Presiden Joko Widodo.
Walaupun banyak polemik dari hasil Omnibus Law UU Cipta Kerja, Moeldoko mengaku regulasi tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat usia produktif mendapat lapangan pekerjaan.
"Kami menyadari bonus demografi ke depan tentunya luar biasa. Sementara, 80 persen angkatan kerja tingkat pendidikannya masih rendah. Setiap tahun ada penambahan 2,9 juta angkatan kerja baru," jelas Moeldoko pada wartawan, Sabtu (17/10).
Moeldoko juga menyatakan bahwa draf terakhir yang disepakati DPR telah sejalan dengan 5 arahan presiden untuk mewujudkan misi Indonesia Maju.
BACA SELENGKAPNYA: Astaga! Istana Mati-matian Bela UU Cipta Kerja Karena Ini
5. Bukti Istana Ternyata Dukung Penangkapan Tokoh Top
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memberikan apresiasi kepada Polri yang telah menangkap Sugi Nur Raharja atau Gus Nur.
Penangkapan tersebut terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Nahdlatul Ulama (NU) di YouTube.
Gus Nur ditangkap Bareskrim Polri di Malang, Jawa Timur (Jatim).
"Sugi selamat datang di Hotel Prodeo. mulutmu adalah harimau kau, tahukah kau wahai Sugi semua orang memberi apresiasi pada Bareskrim Polri kita,” ujar Ngabalin dikutip akun Instagram resminya, Senin (26/10).
"Kami juga mendoakan agar sahabatmu Waloni dan Refly bisa nyusul kau. biar kalian tahu inilah demokrasi, pancasila azas negeri ini," katanya.
Ngabalin juga memperingatkan Sugi Nur agar berhenti menyebar kebencian di media sosial.
"Sugi semoga kau cepat siuman yang lain berhentilah kalian menghujat dan mencaci maki, mengkafir-kafirkan orang lain, kita mau rukun dan damai hidup di negeri ini semua komunitas rukun dan damai," kata Ngabalin.
BACA SELENGKAPNYA: Istana Ternyata Dukung Penangkapan Tokoh Top, Ini Buktinya (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News