BALI – Kementerian Pariwisata dan Astindo menggelar Familiarization Trip (Famtrip) di Jakarta dan Bali, 21-26 Februari 2019. Memasuki hari ke 3, rombongan yang terdiri dari 8 orang wisatawan asal Filipina tiba di Denpasar. Mereka langsung dibawa ke destinasi wisata yang juga cukup ikonik di Bali, yaitu Garuda Wisnu Kencana.
Sebagian peserta yang memang belum pernah menginjakkan kaki di Pulau Dewata tampak kagum dengan bangunan patung yang demikian besar dan artistik. Mulai dari patung pertama yang merupakan kepala Wisnu, kedepalan turis ini langsung sibuk mengabadikan moment di tengah cuaca terik siang itu. Meski matahari cukup menyengat, namun keseruan itu tak terkikis sama sekali.
Sekitar 15 menit kemudian, mereka langsung ke bawah menuju patung garuda. Di sini pun peserta tak henti memainkan kamera ponselnya untuk berfoto dengan latar belakang patung burung yang menjadi lambang negara Indonesia tersebut. Sebagian bahkan mengabadikannya melalui video, mungkin untuk bahan membuat konten YouTube. Keceriaan itu terus terpancar dari wajah-wajah peserta Famtrip asal Filipina tersebut.
Bergeser ke bawah lagi, peserta semakin takjub dengan lokasi wisata buatan di Kabupaten Badung tersebut. Lorong-lorong yang terbentuk dari bukit batu yang terpotong-potong itu nyatanya menghadirkan keunikan tersendiri yang mengundang decak kagum wisatawan. Entah sudah berapa kali kamera handphone membidik spot-spot menarik di titik ini. Mereka seperti tak pernah puas, karena tempat ini memang bisa dibilang sangat eksotis.
Di sini, peserta Famtrip terpecah. Ada yang melanjutkan perjalanan ke atas, menuju bukit tempat dibangunnya patung Garuda Wisnu Kencana yang utuh; ada pula yang cukup memandangnya dari jauh melalui lorong-lorong bukit batu. Untuk menuju patung Garuda Wisnu Kencana yang utuh, jaraknya memang lumayan jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. Namun, sebenarnya pengunjung atau wisatawan dapat meminta petugas untuk mengantarkannya dengan kendaraan khusus, dengan tarif tertentu.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani mengatakan, secara lengkap Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Letaknya sekitar 40 km di sebelah selatan Denpasar. Area taman berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan laut. Patung Garuda Wisnu Kencana sendiri sudah diresmikan pada 22 September 2018 oleh Presiden RI Joko Widodo. Kabarnya, untuk membangun maha karya ini dibutuhkan dana hingga Rp157 miliar.
"Pesona Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana memang luar biasa. Setidaknya, ini bisa dilihat dari tingkah peserta Famtrip yang seolah tak pernah puas mengabadikan moment. Hingga tanpa terasa waktu sudah molor dari jadwal kunjungan yang sudah ditentukan sebelumnya. Namun demikian, tentunya menjadi kebanggaan karena satu destinasi saja sudah membuat mereka takjub dengan kekayaan pariwisata Indonesia," ujarnya, Minggu (24/2).
Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kemenpar Ricky Fauziyani menambahkan, Famtrip ini bertujuan mempromosikan pariwisata Indonesia dan mengenali potensi kerjasama industri pariwisata antar negara dalam upaya memenuhi target kunjungan 260.000 wisatawan Filipina ke Bali tahun 2019.
"Selain itu, juga untuk memperkenalkan Travel Agencies dari Filipina dengan wisata Indonesia khususnya Bali, dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air. Termasuk membuka jaringan antar budaya nasional dengan internasional untuk bisa mendapatkan akses menuju pasar global," jelasnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, pasar wisatawan negara-negara ASEAN seperti Filipina sangat potensial untuk ditingkatkan. Performa wisman Filipina terbilang bagus. Tahun lalu, target kunjungan sebanyak 180.000 orang dapat terlampaui. Tingginya animo wisatawan Filipina untuk berkunjung ke Indonesia menjadi kabar yang menggembirakan dan akan terus ditingkatkan.
"Tahun 2019, Filipina diharapkan dapat menyumbang sekitar 260 ribu orang. Target itu sendiri sebenarnya semakin mudah dicapai mengingat saat ini sudah ada tiga maskapai yang terbang dari Manila ke Jakarta dan Manila ke Denpasar. Yaitu maskapai Cebu Pacific, Air Asia, dan Philippines Airlines," ungkapnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News